K@y@ng Herman, "Ada Apa Hari Ini?"

"Mari Kita Berbagi Bersama"

Potensi dan Peluang Investasi di Sumatera Selatan


             Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan seluas 99.888 kilometer persegi yang terletak di Selatan garis katulistiwa pada 1-4 derajat lintang selatan dan 102 – 108 derajat bujur timur. Di sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, sebelah utara dengan Provinsi Jambi, sebelah Timur dengan Provinsi Bangka Belitung dan sebelah Barat dengan Provinsi Bengkulu.

             Provinsi Sumatera Selatan sering disebut sebagai Daerah Batang Hari Sembilan, karena terdapat 9 sungai besar yaitu Sungai Musi, Sungai Ogan, Sungai Komering. Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sungai Rawas, Sungai Batang Hari Leko dan Sungai Lilin beserta ratusan anak sungai.

            Provinsi Sumatera Selatan sangat populer dengan sebutan Bumi Sriwijaya, karena pada abad 7 – 12 Masehi, pernah berdiri Kerajaan Sriwijaya yang merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia bahkan sampai ke Pulau Formosa Cina bahkan sampai ke Madagaskar Afrika.

Potensi Sumber Daya Alam

1. Potensi Energi

    A. Geothermal

          Energi panas bumi adalah energi yang diekstraksi dari panas yang tersimpan di dalam bumi. Energi panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi. Provinsi Sumatera Selatan memiliki sumber daya panas bumi sebanyak 1.911 MW atau sekitar 13,83 % dari potensi sumber daya panas di Pulau Sumatera atau 7,04 %  dari potensi nasional.

         Peluang investasi geothermal ini akan ditawarkan kepada calon investor yang berminat di Rantau Dedap Muara Enim, setelah daerah tersebut di masukkan oleh Kementrian Energi Sumber Daya Mineral sebagai Wilayah Kerja Pemanfaatan  ( WKP ) tanggal 26 April 2010.

  B. Batubara

      Cadangan batubara di Sumatera Selatan 18,13 milyar ton. Umumnya batubara di Sumatera Selatan berjenis lignit dengan kandungan       kalori antara 4800 -5400 Kcal/kg. Cadangan batubara tersebut baru dikelola oleh PT Bukit Asam dan PT Bukit Kendi sebanyak             5, 06  millyar ton, sedangkan sisanya sebanyak 13, 07 milyar ton belum dikelola.

C. Minyak Bumi

     Cadangan minyak bumi di Sumatera Selatan tercatat sebanyak 704.518 MSTB atau sekitar 404 juta barel

D.  Gas Alam

     Cadangan gas alam di Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir mencapai 7.238 BSCF. Produksi eksploitasi dalaam 4 tahun terakhir baru mencapai 2.247,124 MMSCF.

Potensi Sumber Daya Lahan

 . Potensi Pertanian dan Perkebunan


     Dengan optimlisasi pemanfaatan sumber daya alam melalui peningkatan pelayanan jaringan irigasi dan rawa, penggunaan agroinput, peningkatan kemampuan petani mengakses modal perbankan dan pengembangan penggunaan alat mesin pertanian, Sumatera Selatan akan mencapai produksi padi 5 juta ton GKG atau setara beras 3 juta ton. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan, memperluas lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

    Luas lahan sawah yang diperlukan untuk mendukung Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan seluas 752.150 ha dengan kategori:

  1. Sawah baru                                             238.974 ha
  2. Lahan Baru Tanam ( IP 100 )          399.521 ha
  3. Lahan Dua Kali Tanam (IP 200 )    155.322 ha

Untuk itu kegiatan yang diperlukan adalah :

  • Rehabilitasi Sarana Irigasi/Drainase
  • Irigasi /Drainase
  • Tata Air Mikro ( TAM )
  • Pengembangan Alsintan ( handtactor, pompa air )
  • Penggunaan Benih Uggul
  • Pemupukan;
  • Penyuluhan dan Pendampingan

3. Pelabuhan Tanjung Api – Api

Pelabuhan Tanjug Api – Api akan dibangun sebagai perwujudan pembangunan infrastruktur regional utama dalam rangka percepatan akselerasi Provinsi Sumatera Selatan sebagai Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. Untuk menuju Pelabuhan Tanjung Api – Api akan dibangun rel kereta api ( railway track ) dan jalan raya ( highway).

Sumber daya alam di Sumatera Selatan merupakan daya tarik yang kuat bagi masuknya investor baik dalam negeri maupun luar negeri baik di sektor industri, pertambangan, perkebunan dan jasa. Pelabuhan Tanjung Api – api terletak di daerah yang strategis antara Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa, dan Provinsi Sumatera Selatan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin, Rencana Induk Kawasan Industri Tanjung Api – Api No 15 tahun 2009, akan dibangun:

  1. City                                                                                                                     75  ha
  2. Housing                                                                                                       1.494  ha
  3. Various Industries                                                                                  1.153 ha
  4. Research Center for Technology and Education                             415 ha
  5. Metal Industry                                                                                          1. 869 ha
  6. Water Recration                                                                                            105 ha
  7. Chemical Industry                                                                                  1.664 ha
  8. Sports Area and Green Parks                                                              1.741 ha
  9. Business Center                                                                                            284 ha
  10. Logistic Center                                                                                              622 ha
  11. Swamp Forest and Tourism                                                                    491 ha

Untuk informasi lebih lanjut dapat berkunjung ke http://www.bp3md.sumselprov.go.id atau langsung saja datang ke Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah Provinsi Sumatera Selatan ( Promotion and Investment Licensing Board Of South Sumatera )  Km 4,5 Jalan Jendral Sudirman No 90 Telepon ( +62.711) 411007  Palembang 30128  Sumatera Selatan Indonesia. Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah Provinsi Selatan siap membantu anda untuk proses perizinan dan non perizinan sebanyak 48 jenis dengan rincian 34 perizinan dan 14 non perizinan, sesuai dengan Peraturan Gubernur No 39 Tahun 2009 tanggal 3 Jni 2009 dan Keputusan Gubernur Nomor 444/KPTS/Ban.PMD/2010 tanggal 28 Juni 2010.

About these ads

1 Juni 2012 - Posted by | EKONOMI & BISNIS / Enterpreneur

2 Komentar »

  1. Bila potensi di atas semakin di gali.tentunya sumsel tambah maju ya pak :)
    sumsel emang penuh potensi !

    Komentar oleh rachmad Purnama | 2 Juni 2012 | Balas

    • sumsel tambah maju, asal korupsi dan pungli diminimalisirkan, setuju?

      Komentar oleh herman | 2 Juni 2012 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: