Sense of Crisis


Menjelang akhir tahun 2009, banyak sekali berita miring lagi miris, menerpa negeri ini yang dianggap menguras abis untuk membeli sebuah kata ‘ MEWAH’, yang dilakoni para pemilik nasib bagus, yang dikenal dengan paduka yang mulia, Bapak Presiden yang terhormat, Bapak Mentri yang kami muliakan, Para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah yang kami hormati, berupa SEDOT bin ISAP dana APBN senilai 105 Milyar (www.depkeu.go.id), untuk pembelian Sedan MEWAH Toyota Crown Royal Saloon, yang menurut info anta beranta, nilai Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) seharga Rp 785.000.000/unit mobil. Harga mobilnya sekitar Rp 600.000.000,-. Jadi total harga permobil Rp 1.385.000.000,- Cekk….cekk….ck. wau. Ini belum termasuk asesoris tambahan.

Kalau jumlah pengadaan barangnya 150 unit x Rp 1.385.000.000,- artinya, uang rakyat miskin, tukang urut, tukang becak, guru bantu, dan semuanya, yang terkuras sebesar Rp ………………..(hitung sendiri).

Sementara cerita miris di bulan Desember ini, ada kedua orang tua melarikan diri karena di kejar hutang Cuma Rp 3,5 juta, tegah meninggalkan 4 anaknya yang masih kecil, yang tertua 8 tahun, yang terkecil 1 tahun, Nenek Minah yang rentah diganjar 12 hari penjara, gara – gara nemu 3 buah coklat mentah, yang kalau dirupiahkan Cuma Rp 2.500,-, belum lagi 2 orang bapak – bapak yang melintasi sawah, kehausan, Cuma ambil 1 buah mangka yang dihargai Rp 5.000,- diganjar 1,5 penjaran, banyak anak – anak jalanan yang selalu ditemui mobil mewah para mentri di simpang 4 lampu merah, meminta – minta, uh….buanyak lagi cerita miris yang bukan sekedar cerita kosong.

Itu 2 buah pemandangan yang kontras, Seandainyainya uang pembelian mobil mewah itu dibantu untuk membayar uang siswa SMP yang tidak mampu, untuk satu bulan senilai Rp 47.000,-, maka uang pembelian mobil 150 unit itu bisa membantu 4.149.000 siswa se Indonesia untuk satu bulan atau sekitar 345.750 siswa selama 1 tahun, Ck..ckk… wau. Makanya enak betul jadi PRESIDEN dibandingkan jadi pesinden, enak jadi MENTRI dibandingkan jadi mantri tukang sunat (khitan), enak jadi JENDRAL dibandingkan kopral, enak jadi GUBERNUR dibandingkan jadi penggali kubur. ( huruf besar dan warna biru melambang darah biru dan pembesar negeri sedangkan kuruf kecil dan merah melambangkan rakyat kecil yang krisis.)

Kalau Presiden mau belajar dengan mantan Mentri Pertanian Mas Anton, atau kalau mau belajar sama Ucok Tifatul Sembiring ( sementara ini ) (dan kebetulan karakter orang PKS), mau kerja pakai mobil pribadi, luar biasa negeri ini, hemat luar biasa, kekayaan hasil alamnya juga sangat luar biasa, yaitu nomor 3 dunia. Tapi tak seindah apa yang aku tulis, pejabat mandi kemewahan, eh…uang 6,7 Trilyun belum dapat ada di mana, ditambah lagi, honor Pansus Century, 2,5 Milyar, aduuhhhh. Bangkrut negeriku. Rakyatnya termasuk paling banyak miskin, sekitar 40 jutaan termasuk kelompok pra sejahtera, yang makan maksimum 2 x sehari, lantai rumah tanah, dinding dari kulit kayu atau papan, atap rumah dari daun yang sudah banyak bolong.

He…he….ada jalan keluarnya, Insya Allah punya komit dengan rakyat, siapa orangnya? Ya…ya……. saya sendiri. ….he..hhee…., karena saya tidak punya nafsu kaya, yang ada Cuma nafsu CUKUP, cukup nyenyak tidur, cukup makan, cukup biaya anak sekolah, cukup biaya berobat dalam negeri, istri cukup satu, anak cukup 3, rumah cukup 1, mobil cukup 1, tanah cukup 1 kapling ( 20 x 30 meter). Tapi masalahnya saya CUKUP mimpi saja untuk jadi Presiden.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s