Inilah Isi SMS ‘Kematian Gus Dur Tak Wajar’


31/12/2009 – 10:35

1. WAFATNYA GUS DUR

Gus Dur telah mangkat. Gus Dur kembali ke Sang Khalik setelah lama mengabdi kepada bangsa dan negeri ini. Beberapa jam setelah wafatnya, mantan menteri keuangan Frans Seda menyusul mangkat pula. Suasana duka menyelimuti kita, sebab kehilangan dua putera terbaiknya hari ini.

Kembali kepada sosok Gus Dur, nampaknya membekas begitu mendalam di benak orang-orang yang pernah mengenalnya. Para cendekiawan dan tokoh masyarakat mengenang Gus Dur sebagai seorang cendekiawan dan pejuang demokrasi yang berperan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Kita mengenal sosok Gus Dur sebagai pejuang demokrasi yang pandai dalam membina hubungan beragama di Indonesia. Gus Dur adalah tokoh besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungannya dengan negara dan agama, khususnya agama Islam sangat luar biasa.

Dengan kemampuannya, Gus Dur mampu membangun hubungan yang sangat demokratis antara negara dan agama. Padahal, dua hal tersebut merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk disinergikan. Gus Dur adalah orang yang paling memahami hubungan antara negara dan agama. Dan itu merupakan pengantar luar biasa bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.

Maka, seyogianya bendera Sang Saka Merah Putih kita kibarkan setengah tiang, di mana-mana, dan lambang duka dengan bendera setengah tiang itu sudah tertunduk di berbagai pusat perkantoran dan instansi pemerintah di Jakarta.

Pengibaran setengah tiang ini sebagai tanda berduka cita yang sangat mendalam bangsa Indonesia atas meninggalnya mantan Presiden ke 4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Dalam jumpa pers di Istana Presiden, Rabu (30/12/09), Presiden SBY telah memerintahkan masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan terhadap Gus Dur.

Tak hanya di perkantoran, seluruh instansi pemerintah, seperti Depkes, Depkumham dan Depdiknas pun melakukan hal yang sama. Pemandangan serupa juga terlihat di berbagai kantor partai politik seperti Partai Gerindra, Hanura dan Partai PPP.

Saat dalam kondisi kritis, Gus Dur ternyata tidak henti memikirkan masalah bangsa. Bahkan mengenai nasib PKB, partai yang didirikannya, Gus Dur ternyata berharap agar bisa bersatu kembali.

Di atas semua itu, kematian KH Abdurrahman Wahid, Rabu (30/12), ternyata tidak hanya membawa duka bagi banyak orang. Tapi juga menyatukan perpecahan di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Konflik internal PKB adalah cermin keretakan di rumah tangga nahdliyin yang memprihatinkan kita.

Malah terkait masalah PKB, , ada satu harapan Gus Dur untuk melakukan rekonsiliasi. Hal itu merupakan kesepahaman Gus Dur dan pihak yang berseberangan (kubu Muhaimin) yang menginginkan PKB kembali utuh. Kalangan PKB yang sudah retak oleh kepentingan sempit, harus merenungkan kembali situasi dewasa ini.

Gus Dur adalah insan religi-sosio-budaya yang sangat besar jasanya bagi bangsa kita. Dialah guru bangsa yang sejati, yang kepergiannya membuat bangsa dan negara ini kehilangan sangat besar. Selamat jalan, Gus Dur, dan sampai bertemu di alam baqa.

Tapi sayangnya ada SMS miring terhadap kematian Gusdur, yang dapat menimbulkan dampak luar biasa terhadap keamanan, sosial dan politik.
03/01/2010 – 12:15
Mevi Linawati

2. Isi SMS ” Kematian Gusdur Tak Wajar

INILAH.COM, Jakarta – Empat hari pasca wafatnya Gus Dur, beredar SMS yang menyebutkan kematian Gus Dur tidak wajar. Adik Gus Dur, Shalahuddin Wahid pun mengungkapkan isi SMS itu.

Berikut, isi SMS yang diterima Gus Sholah dari nomor HP 081399013730;

“gus dur DIBUNUH!30/12 Pk 18.050 WIB SElang oksigen gus dur dicabut paksa!pembunuhan terkait pertemuan gusdur tgl 4 desdi jl denpasar c3 membahas century dan adelin lies. TUNTUT POLISI USUT!(SEBARKAN).”

Menurut Gus Sholah, ketika dirinya menerima SMS itu ia sempat kaget. Namun, pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang itu mengaku tak mempercayai isi SMS itu.

“Saya terima dan saya tidak percaya. Tidak benar sama sekali!” ujar Gus Sholah saat dihubungi INILAH.COMM di Jakarta, Minggu (3/1). [mut]

berita terkait

3. Lihat Yahoo.coi.id

Kematian Mantan Presiden ke 4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masih menjadi perbincangan hangat. Berbagai sisi pun dikupas tentang latar belakangnya.

Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) juga berusaha mengungkap sisi misterius kematian Gus Dur. Tokoh paranormal, budayawan, advokat dihadirkan untuk membedah sisi misterius Ulama NU ini.

Tapi dalam diskusi ini, disinggung pula soal wasiat Gus Dur yang menyerempet politis. Adalah Sri Bintang dan Ridwan Saidi, yang menuturkannya.

Gus Dur, memberikan wasiat kepada 30 tokoh dalam pertemuan tanggal 4 Desember 2009 di kediaman Soetardjo Soeryaguritno atau biasa disebut Mbah Tardjo, mantan Ketua MPR di Jalan Denpasar, Kuningan.

“Pesannya dua, turunkan SBY dan gantikan dengan pemerintahan baru,” ujar Ridwan dengan mimik serius.

berita terkait

4. Tanggapan Mantan Jubir Gusdur

Adhie Massardi, mantan juru bicara kepresidenan di masa Gus Dur yang juga dekat dengan keluarga Gus Dur tidak percaya dengan sms tersebut. Dia mengatakan, informasi itu tidak masuk akal. Ia yakin informasi itu salah karena ia mengikuti setiap perkembangan kesehatan Gus Dur.

Menurut Adhie, kesehatan Gus Dur sebelum meninggal memang menurun. Sebelum Gus Dur meninggal, dokter telah menyatakan kondisinya kritis. “Di bayangan saya, tiap saat ajal bisa menjemput,” katanya, Minggu, 3 Januari 2010.

Ia yakin informasi itu bualan karena Gus Dur meninggal di tengah keluarga dan tim dokter. “Ada keluarga saat itu. Dokter yang biasa merawat juga ada di ruangan itu,” kata Adhie.

Meski begitu, ia berharap kepolisian bereaksi atas beredarnya sms gelap tersebut. Sebab, beredarnya sms itu cukup mengusik keluarga Gus Dur. “Tanpa diminta, polisi harusnya segera melacak persebaran sms itu,” kata Adhie.
• VIVAnews

Berita terkait

03/01/2010 – 11:45

5. Pesan Gus Dur: Jangan Kontroversikan Kematian Saya
Fidela Hasworini

(inilah.com /Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Setahun lalu, ternyata Gus Dur pernah berpesan. Dalam sebuah acara Talk Show di salah satu radio swasta di Jakarta, Gus Dur menginginkan agar kematiannya nanti tidak dijadikan kontroversi.

“Sebelumnya Gus Dur berpesan di acara talk show radio ‘Kongkow Bareng Gus Dur’, ia menginginkan agar sepeninggalnya nanti tidak dijadikan kontorversi, namun kebaikan-kebaikannya saja yang diungkap,” ujar mantan juru bicara Gus Dur, Adhie Masardi kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (3/1).

Saat disinggung mengenai isi SMS yang menyebutkan adanya ketidakwajaran dalam kematian Gus Dur, Adhie tidak mempercayainya. Terlebih bila kematian Gus Dur dikaitkan dengan adanya kekhawatiran pihak tertentu bila Gus Dur campur tangan terhadap kasus Century.

Menurutnya, Gus Dur tidak pernah melakukan pertemuan yang negatif terkait kasus century, ia hanya mendukung dan menyemangati koleganya dalam mengusut kasus Century. “Gus Dur tidak pernah melakukan pertemuan negatif terkait kasus Century. Beliau kalau bertemu dengan kita ya terus menyemangati dan mendukung untuk membongkar skandal Century,” kata Adhie.

Adhie mengatakan, sebelumnya Gus Dur sempat pesimis terhadap penanganan kasus Century karena adanya kepentingan dan kekuasaan politik yang akan menghambat penuntasan kasus Century. “Tapi Gus Dur memberikan kami spirit, asal kami tetap pada koridor hukum yang benar,” imbuhnya. [mut]

3 thoughts on “Inilah Isi SMS ‘Kematian Gus Dur Tak Wajar’

  1. Wafatnya Gus Dur yang secara tiba-tiba, membuat segelintir orang yang tidak bertanggung jawab menghembuskan isu yang tidak sedak seputar kematiannya melalui pesan singkat. Namun di tengah duka yang masih melingkupi keluarga, akhirnya keluarga berdampingan dengan pihak RSCM selaku pihak yang merawat Gus Dur menggelar konferensi pers untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya. Pada akhirnya semua pun menjadi jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
    Membuat Blog

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s