Apa Substansi “Achievment Award?”


Achievement Award kepada Presiden Republik Indonesia

Kelima tokoh yang menerima penghargaan tersebut hadir pada penyerahan penghargaan, sedangkan penghargaan untuk almarhum Gus Dur diterima putri bungsu almarhum Gus Dur Inayah Wahid berupa penghargaan abadi Achievment Award

Direktur Charta Politika Bima A rya Sugiarto mengatakan, penghargaan diberikan kepada lima tokoh dalam lima kategori yakni

1.Pimpinan lembaga negara yang diberikan kepada Mahfud MD,

2.Pimpinan kementerian dan lembaga pemerintah yang diberikan kepada Hatta Radjasa.
3.Politisi dari koalisi parpol pendukung pemerintah diberikan kepada Anas Urbaningrum

4.Politisi dari parpol oposisi diberikan kepada Marurar Sirait, serta

5.Aktivis LSM dan pengamat diberikan kepada Ray  Rangkuti.

Dikatakan, pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada pernyataan tokoh yang dikutip oleh enam harian terkemuka di Indonesia dalam bentuk berita sepanjang tahun 2009.

“Tokoh yang pernyataan paling banyak banyak dikutip di media massa dan meramaikan dunia politik nasional yang kami berikan penghargaan,” kata Bima.

Doktor ilmu politik dari Australia ini mencontohkan, Mahfud MD pernyataannya yang dikutip di enam harian termuka sepanjang tahun 2009 lebih dari 500 kali, Hatta Radjasa lebih.

Banyak sekali manusia yang sukses rebut Charta Politika Award walau telah tiada, yang diberikan sebuah lembaga riset politik dan opini Charta Politika, yang didasarkan minimal 500 kali komentar tokoh penerima penghargaan di enam surat kabar terkemuka di Indonesia dalam bentuk berita. Wau……asyiukk… Kalau seperti ini gampang banget, asal bunyi, asal ada komentar, asal beda, asal ada wartawan, asal ada surat kabarnya, klop deh.

Tetapi menurut penulis, yang paling penting bukan penghargaan Charta Politika, sejauhmana indikator manfaat kontribusi yang diberikan ” Sang Komentator” dalam kemasalatan umat, kesejahteraan rakyat, kenyamanan warga, dan ketenangan masyarakat atau ” 5 K “. Kalau Sang Komentator mencapai 1000 kali di muat di enam surat kabar terkemuka, tetapi bersifat provokasi, tidak ada relevansidengan ‘ 5 K ‘ serta tidak dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif, saya kira penghargaan itu mubadzir.

Apalagi ini misalnya yang banyak memberi komentar itu seorang penjahat politik,  pelaku koruptor, pelaku markus, pelaku ngeseks, acoiy…..gelkkgh.. ini misalnya, andaikata, umpama saja, mudah – mudahan tidak pernah terjadi.

Sekarang dari 5 tokoh yang menerima penghargaan tersebut di atas, saya kira cuma 2 yang benar – benar layak, yaitu Mahfud MD dan Gusdur, karena jelas kontribusi mereka berdua berdampak langsung secara nasional, baik itu menyangkut rana hukum atau politik. Kita ambil contoh; Mahfud MD, komentarnya banyak, aksinya ada, tidak gampang lho, mengambil keputusan terberat di bawah tekanan politik yang sangat panas dan deras, mendatangkan rekaman kasus bibit Chandra dan Bibit, sementara ada pihak lain yang ingin coba – coba ” menggagalkan” niat baik pak Mahmud Md.  Dan dampak secara nasional, luar biasa buat penegakan hukum sekaligus  kepastian hukum dan stopnya drama panggung sandiwara “Pertempuran Cicak dan Buaya”

Sekarang, apa manfaat yang dirasakan secara langsung yang dibuat penerima penghargaan yang lain, walaupun seratus persen saya percaya dan yakin, yang bersangkutan tidak pernah minta penghargaan. Jadi maksud saya variabel terbanyak komentator itu mesti ditinjau ulang,  harus  ditinjau dari segi seberapa besar  dampak positif yang diberikan buat ” 5 K “.

Tapi bagaimanapun juga saya tetap memberikan apreasiasi kepada bung Bima Arya Sugiarto, untuk terus berkarya buat negeri ini, dan kapan pula bung Bima dapat penghargaan Achievment Award?. he…he…..

Untuk tahun depan, saya usulkan bang One, komentarnya enak di dengar, bicaranya mengandung unsur kepastian hukum, unsur pendidikan, ya pokoknya mengandung ” 5 K “.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s