Penjelasan Mahathir Mengapa Malaysia Unggul


Padahal kemajuan Malaysia, tidak terlepas dari peran Indonesia dahulu.
Kamis, 14 Januari 2010, 09:31 WIB
Amril Amarullah
Manten PM Malaysia Mahathir Mohamad (Antara/ Nyoman Budhian

VIVAnews – Hubungan Indonesia dan Malaysia mengalami pasang surut. Tak terkecuali dengan hubungan bilateral di bidang ekonomi.

Mantan perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad mengatakan, sampai saat ini hubungan Indonesia dan Malaysia di bidang ekonomi belum terlalu bagus.

“Masih banyak yang harus dikerjakan dan dibenahi bersama utamanya terkait hubungan ekonomi,” kata Mahathir kepada wartawan, di sela-sela kunjungan dua harinya di Makassar, Rabu, 13 Januari 2010.

Mahathir menambahkan, Malaysia dan Indonesia memiliki kesejarahan yang sangat erat dan kuat. Mahathir mengenang,  Indonesia adalah guru Malaysia dalam segala hal.

Sehingga apapun kemajuan yang dirasakan Malaysia, tidak terlepas dari peran Indonesia dahulu. Tapi kenyataannya, dewasa ini perkembangan ekonomi Malaysia bisa mengalahkan perekonomian Indonesia.

“Banyak investor Malaysia yang menanam investasinya di Indonesia. Sedangkan Indonesia hanya mengirimkan tenaga kerjanya ke Malaysia,” tambahnya.

Dalam hal pendapatan perkapita, Malaysia juga jauh lebih unggul dibanding Indonesia yakni $ 12,000, atau tiga kali lipat dari GDP kita yang berkisar sampai $ 4,000.

Dengan demikian pada pidato sambutannya, Mahathir berharap, agar hubungan Indonesia-Malaysia bisa semakin akrab dan ke depan bisa saling mengisi terhadap setiap kekurangan yang ada.

Laporan: Rahmat Zeena | Makassar

Mudah – mudahan info ini mencambuk bahwa kita selama ini lalai meningkatkan kualiatas diri, pemimpin lalai dengan keprihatinan rakyatnya, preman lalai kalau sok jagoan tidak membuat luar negeri jadi keok, kepolisian, kejaksaan, hakim lalai kalau penjara bukan lagi sebagai wahana pembentukan pribadi yang mandiri, berakhlaq mulia, guru lalai selama ini cuma mikiri bagaimana buku cetak, lks, baju olahraga lakum keras, sementara anak didik masih tidak mampu apa – apa,  DPR lalai, cuma sibuk memikirkan sedan mewah, lalai kalau produk UU banyak bermasalah bukan menyelesaikan masalah, peserta PILPRESS DAN PILKADA lalai kalau kemenangan tidak satria, jujur, bakal berpikir bagaimana mengembalikan dana kampanye dari hasil pinjaman, wk…wk.. pusing aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s