Mahathir: China Ancaman Serius Negara ASEAN


Pemimpin ASEAN harus memiliki formulasi khusus untuk menghadapi perdagangan bebas itu.
Jum’at, 15 Januari 2010, 15:52 WIB
Amril Amarullah
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad (Antara/ Nyoman Budhiana)

VIVAnews — Kebijakan China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA) mendapat perhatian dari Mantan Perdana Meteri (PM) Malaysia, Mahathir Muhammad. Diakhir kunjungannya ke Makassar, PM Mahathir menyampaikan harapan terhadap pemimpin-pemin di ASEAN.

Mahathir yang menjadi pembicara dalam seminar tentang demokrasi dan kesejahteraan rakyat di Makassar menyatakan, jika negara-negara ASEAN belum sepenuhnya siap menghadapi CAFTA. Namun, karena itu telah menjadi kebijakan internasional, maka negara-negara ASEAN harus bisa menerima kenyataan itu.

Untuk itu, pemimpin ASEAN harus memiliki formulasi khusus untuk menghadapi perdagangan bebas tersebut. “Harus bisa mencari jalan keluar, seperti lebih mendekatkan lagi hubungan sesama negara anggota ASEAN, agar menjadi satu blok yang lebih kuat,” kata Mahathir.

Tujuan dari blok ASEAN, lanjut Mahathir, agar produk-produk negara China maupun negara lain yang masuk ke ASEAN, akan menghadapai perdagangan yang lebih bersaing. Mahathir mengatakan, tanpa persaingan maka negara-negara Asean akan kesulitan dalam menjalani kebijakan Cafta.

Salah satu penyebab utamanya menurut Mahathir adalah, produk China yang masuk ke pasar Asean akan lebih murah serta kualitas yang sudah lebih bagus. “Negara China memang menjadi ancaman paling utama,” tambahnya.

Menanggapi soal keberadaan negara-negara ASEAN, Mahathir mengaku, jika negara-negara yang tergabung dalam Asean memang pernah merasakan masa-masa keemasan. Utamanya pada tahun 80-an.

Pada saat itu, ASEAN disegani oleh negara-negara lainnya. Namun saat ini, hampir semua negara ASEAN sedang mengalami masalah internal negaranya serta lebih fokus ke dalam negeri.

Lebih jauh Mahathir menegaskan, ASEAN saat ini memerlukan seorang pemimpin atau tokoh yang terkemuka. Seperti sosok Soeharto, yang ia anggap sebagai seorang senior leader pada masanya.

“Pada saat itu ASEAN begitu disegani dan diperhitungkan oleh negara-negara lain. Itu yang dibutuhkan ASEAN saat ini,” kuncinya.

Laporan: Rahmat Zeena | Makassar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s