Jam Kiamat Akan Kembali Berubah


Kali ini saya menampilkan materi yang berkaitan dengan alam semesta baik di bumi maupun di langit. Mudah – mudahan menambah wawasan kita tentang alam semesta dan sekaligus menambah keyakinan kita akan kebenaran Kalam Ilahi yang terpatri dalam kitab suci, yang intinya, apa yang ditemukan ilmiawan sejak Galileo yang dihukum mati karena menentang pendapat Sang Paulus hanya gara – gara teori Paulus yaitu matahari mengelilingi bumi dibantah dengan teori Heliosentrisme yaitu bumilah yang mengelilingi matahari. Padahal jauh sebelum Galileo lahir, dalam Al-Quran sudah ada, termasuk adanya kehidupan dan binatang melata di luar planet bumi. Jadi apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW melalui Kitab Suci Al-Quran semakin hari semakin diyakini ilmiawan bahwa isi Al-Quran bukanlah ucapan Nabi Muhammad menurut hawa  nafsunya. Anda tertarik? baca aja choi…. so jangan lupa kasih komen.

<!– reset –>
Syamsudin Prasetyo
Stephen Hawking
(BBCnews.com)

INILAH.COM, Jakarta – Hitungan menit Jam Deteksi Hari Kiamat akan berpindah untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Hitungan itu merepresentasikan seberapa dekat kemanusiaan terancam bencana.

Jam itu diciptakan oleh ilmuwan atom pada 1947, dua tahun setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertama di Jepang pada perang dunia kedua. Waktu Jam Kiamat diatur persis tujuh menit menuju tengah malam.

Badan Ilmuwan Atom yang di dalamnya Profesor Stephen Hawking dan 18 orang peraih Nobel lainnya, telah mengganti waktu Jam Kiamat sebanyak 18 kali.

Waktu yang terekam adalah dua menit menjelang tengah malam pada tahun 1953 dalam perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet meningkat.

Pada tahun 2007 ditemukan bahwa waktu Jam Kiamat adalah tujuh menit menuju tengah malam, untuk merefleksikan kegagalan dalam menyelesaikan masalah yang timbul akibat senjata nuklir.

Waktu Jam Kiamat yang pertama kali diatur lebih panjang adalah pada tahun 1991 ketika waktu Jam Kiamat 17 menit menuju tengah malam setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani perjanjian reduksi strategi senjata.

Pada Jumat (15/01) publik akan menyaksikan untuk pertama kali perubahan secara langsung Jam Kiamat. Belum ada kabar terbaru apakah waktu tersebut akan mendekati tengah malam atau justru menjauh.

Seorang Juru Bicara BAS mengatakan, “Faktor yang mempengaruhi perubahan Jam Hari Kiamat terbaru adalah termasuk negosiasi internasional pada peluncuran nuklir dan nonproliferasi, ekspansi kekuatan nuklir penduduk sipil, kemungkinan terorisme nuklir dan perubahan iklim.”[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

B. Ilmuwan Ungkap Gerhana Matahari Terpanjang

Syamsudin Prasetyo
(nationalgeografic.com)

INILAH.COM, Jakarta – Tidak banyak yang menyaksikan, gerhana tidak biasa terjadi pada malam tahun baru lalu. Epsilon Aurigae menjadi gerhana bintang yang paling lama terjadi selama 18 bulan.

Pada tanggal 1 Januari 2010 sebuah obyek raksasa menodai pemandangan angkasa, dengan adanya Epsilon Aurigae berupa bintang super besar kuning yang berjarak sekitar 2.000 tahun cahaya dari bumi.

Berdasarkan penelitian gerhana Epsilon Aurigae sebelumnya, astronom memperkirakan bintang tersebut tidak akan bersinar penuh hingga awal tahun 2011.

Normalnya sebuah bintang bersinar terang dan dapat dilihat dengan mata telanjang bahkan oleh penduduk sebuah kota. Namun obyek misterius itu menimbulkan gerhana dan membuat bintang hilang selama 18 bulan, setiap 27,1 tahun.

Sejak periode gerhana bintang pertama kali direkam pada tahun 1821, astronom telah menyusun bagaimana Epsilon Aurigae bisa mencapai panjang gerhana yang seharusnya tidak muncul.

“Dengan menggunakan teleskop Spitzer Space, saat ini peneliti telah membuat solusi untuk mengungkap misteri yang usianya hampir dua abad,” ujar Peneliti Utama Institut Teknologi California Don Hoard.

Menurut model terbaru, Epsilon Aurigae adalah bintang mati yang diorbit oleh bintang lainnya, dan partnernya tersebut berselimutkan lebar piringan debu gelap.

Berdasarkan data Spitzer terbaru, tim Hoard berpikir bahwa gerhana bertahan lama karena piringan gelap tersebut luasnya sekitar 1,19 miliar km, delapan kali lebih luas daripada jarak bumi dengan matahari.

Gerhana 18 bulan mulai dari bulan Agustus 2009, hingga sekarang piringan tersebut masih berlangsung dan mengaburkan Epsilon Aurigae.

“Jika gerhana terjadi karena bintang gelap lain yang mendekati bintang yang terlihat, maka tidak akan berlangsung selama itu,” ujar Hoard.

Astronom pernah menyarankan pada tahun 1950 apapun yang melalui Epsilon Aurigae di depannnya maka akan ditutupi oleh material piringan gelap tersebut.

Data Spitzer terbaru dikombinasikan dengan gelombang cahaya lain dan observasi luar angkasa menyarankan, bahwa bintang yang berada di dalam piringan tersebut masuk dalam kategori B, yakni sebuah bintang biru yang tiga kali lebih panas daripada matahari.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
14/01/2010 – 07:23
<!– reset –>

C. NASA Temukan Pohon di Permukaan Mars

(momento24.com)

INILAH.COM, Jakarta – Sebuah wahana penyelidik NASA mendapatkan foto-foto yang menunjukkan adanya pohon di permukaan planet Mars. Pohon itu kurang dari 240 mil dari kutub utara planet itu.

Foto itu menunjukkan baris gelap “tumbuhan runjung” yang tumbuh di bukit pasir dan bukit-bukit di permukaan Mars. Tapi yang tampak seperti pohon itu, sebenarnya hanyalah ilusi optik.

Foto menunjukkan bukit pasir memiliki lapisan tipis karbon dioksida beku atau es kering, kurang dari 240 mil dari kutub utara planet.

“Pohon” itu sebenarnya jejak puing yang disebabkan oleh tanah longsor, saat es mencair di musim semi Mars.

Foto ini diambil di sekitar orbit Mars oleh HiRISE, kamera paling kuat yang dikirim ke luar planet bumi.

“Coretan itu adalah pasir, copot seperti es menguap, yang meluncur menuruni bukit pasir. Pada saat ini seluruh Mars ditutupi oleh CO2 yang membeku,” kata Candy Hansen dari NASA kepada The Sun.

Bulan lalu NASA mengumumkan teleskop baru telah mendeteksi lima planet di luar tata surya. Observatorium yang diluncurkan tahun lalu untuk mencari bumi lain itu, telah mendapat penemuan hanya dalam beberapa minggu pertama operasi.

Meskipun dunia baru yang disebut exoplanets itu semuanya lebih besar dari Neptunus, tapi NASA mengatakan teleskop pemburu planet mereka bekerja dengan baik.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
D. Lubang Hitam Telan Bumi Lebih Lambat
Syamsudin Prasetyo

INILAH.COM, Jakaarta – Fenomena astrofisika yang menarik adalah lubang hitam yang mahadahsyat. Massa densitas tinggi itu mampu memakan segala materi dengan gravitasi yang sangat kuat.

Telah diketahui bahwa lubang hitam berada di tengah galaksi Bima Sakti. Dengan sebutan Sagittarius A*, lubang hitam ternyata lebih lemah dari dugaan awal dilihat dari kemampuannya menangkap massa yang signifikan.

Lubang hitam dibatasi oleh lusinan bintang muda. Lubang hitam juga menarik gas keluar dari bintang-bintang muda ini, tetapi hanya sebagian kecil persentase dari aliran kekuatan yang sangat besar.

Estimasi sebelumnya menghitung tingkat konsumsi hanya 1% dari gas yang ada di bintang. Saat ini studi terbaru degnan menggunakan data observasi X-ray Chandra NASA, telah menemukan bahwa lubang hitam menelan lebih kecil daripada angka sebelumnya, yakni hanya sebesar 0,01% dari hasil indikasi model.

Data yang diobservasi memberikan kemampuan pengembangan model yang akhirnya menjelaskan perilaku energik di dalam wilayah antara bintang muda dan horizon tengah lubang hitam.

Model terbaru memberikan pengetahuan lebih banyak gas yang terdorong keluar daripada yang tersedot masuk. Secara kebetulan piringan tambahan lubang hitam menjadi lebih panas selama proses penyedotan gas densitas tinggi terjadi.

Beberapa gas ini lari menjauh, bertabrakan dengan partikel gas tetangga dalam bentuk angin. Fenomena yang dikenal sebagai radiasi itu semakin memanas dalam tekanan yang ada di sekeliling lubang hitam dan menciptakan dorongan keluar gas dari lubang hitam. Sebagai hasilnya lubang hitam hanya mampu memakan sangat sedikit jumlah gas yang ada.

Hal tersebut adalah berita bagus bagi bumi, karena lubang hitam di galaksi Bima Sakti berpotensi menyedot segalanya termasuk bumi, maka menjadi semakin mengurangi kekhawatiran mengingat kemampuan lubang hitam yang sebenarnya. Dengan ketakutan yang berkurang terhadap lubang hitam, maka bisa mengalihkan perhatian kepada lubang hitam mikro dan Hadron Collider.

Studi terbaru tersebut adalah usaha terbaik observasi X-ray Chandra NASA. Observasi mampu menghitung kekayaan data, hampir mendekati satu juga detik rekaman. Sebagian besar data tersebut diperoleh dari gas yang berjalan dari sisa supernova.

Diantara fenomena menakjubkan lainnya yang diobservasi adalah filamen X-ray. Filamen diperkirakan sebagai hasil interaksi struktur magnetik raksasa dengan kekuatan energi elektron yang diproduksi oleh pulsar. Fenomena aneh ini disebut sebagai nebula angin pulsar.

Fakta terbaru tentang Sagittarius A* disampaikan dalam pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika oleh Roman Shcherbakov dan Robert Penna dari Universitas Harvard dan Frederick K Baganoff dari Institut Teknologi Massachusetts.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

E. Bumi Berpotensi Miliki Jutaan Kembaran

Syamsudin Prasetyo
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Dari jutaan bintang di galaksi Bima Sakti, 15% berpotensi menjadi kembaran bumi. Riset tersebut berdasarkan survei bintang yang memiliki planet gas raksasa.

Dalam tata surya di mana bumi berada, jarak yang sangat lebar terbentang antara bintang-bintang dan gas raksasa. Hal ini membuat planet berbatu bertambah banyak dalam zona habitat bintang, sebuah wilayah di mana air dapat tercipta.

Proses itulah yang menciptakan kehidupan di bumi atau planet lain di dalam galaksi Bima Sakti.

“Untuk pertama kalinya dalam waktu sepuluh tahun dalam aktivitas pencarian planet, kami sempat khawatir, di mana sistem tata surya bumi tampak berbeda dengan tata surya lainnya,” ujar Astronom Universitas San Fransisco Debra Fischer.

”Hasil penelitian ini meyakinkan bahwa ada sistem tata surya yang hampir serupa dengan tata surya bumi berada. Data ini menguatkan hipotesis bahwa ada banyak habitat planet semacam bumi di galaksi Bima Sakti,” tambah Debra Fischer.

Astronom berpikir bahwa gas raksasa secara umum terbentuk jauh dari bintang utama sedangkan planet semacam bumi dekat. Tetapi dalam beberapa sistem tata surya ada perubahan bahwa beberapa gas raksasa bermigrasi lebih dalam ke orbit matahari atau bintang utama, menabrak dan menghancurkan planet batuan yang lebih kecil. Sementara sistem bintang di tata surya milik bumi mengandung gas raksasa yang orbitnya tetap.

Untuk mendapatkan penemuan tersebut, hampir seratus ilmuwan bergabung ke dalam grup yang disebut Microlensing Follow-Up Network atau MicroFUN untuk mendeteksi galaksi potensial dengan menggunakan teknik microlensing gravitasional.

Dalam metode ini, ketika satu bintang melalui satu sama lain, seperti yang terlihat dari bumi, gravitasi bintang terdekat akan menjadi seperti lensa, membengkokkan dan memeperbesar jarak cahaya bintang lebih dekat.

Jika bintang-bintang di galaksi Bima Sakti memiliki sistem tata surya kembar, astronom seharusnya telah berhasil menemukan setidaknya enam sistem tata surya saat ini, menurut analisis statistik data microlensing selama empat tahun.

Dalam jarak bintang terdekat yang diorbit planet para pengamat dapat menemukan titik halus yang menjadi petunjuk kehadiran mereka dalam cahaya pembesar. Pada tahun 2006, astronom menemukan sebuah bintang yang memiliki planet mirip sekali dengan planet Jupiter dan Saturnus di tata surya milik bumi.

”Ini berarti hanya ada 15% dari bintang-bintang di hamparan galaksi yang berpotensi memiliki sistem tata surya mirip dengan tata surya yang ditempati manusia,” ujar Gould dan koleganya dalam acara pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika di Washington DC.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

F. Obyek Misterius Mendekati Bumi

(istimewa)

NILAH.COM, Jakarta – Sebuah obyek misterius dari luar angkasa berada sangat dekat bumi pada Rabu (13/1). Obyek itu tidak akan menghantam bumi, tapi para ilmuwan bingung benda itu sebenarnya apa.

Para astronom mengatakan obyek itu mungkin sampah ruang angkasa atau bisa juga asteroid kecil.

Melihat ukurannya obyek itu terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan jika menghantam bumi . Benda itu diperkirakan besarnya hanya 33-50 kaki.

NASA mengatakan obyek itu sekitar 80.000 mil meleset arahnya dari bumi. Di Amerika Serikat obyek itu bisa dilihat dengan teleskop amatir yang baik.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

G. Dunia Menuju Kebekuan 30 Tahun ke Depan

Syamsudin Prasetyo
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta –Dunia memasuki siklus iklim dingin untuk 30 tahun mendatang. Musim panas akan lebih dingin dan musim dingin akan semakin dingin.

“Kebekuan besar di Inggris adalah awal tren dunia menuju cuaca yang lebih dingin daripada teori pemanasan global yang banyak dibicarakan. Dunia telah memasuki iklim dingin yang akan bertahan hingga 20 sampai 30 tahun ke depan,” ujar para ahli.

Musim panas dan musim dingin akan semakin dingin dalam beberapa tahun terakhir dan perubahan tersebut berarti akan terhenti sementara atau bahkan selamanya. Prediksi tersebut berdasarkan analisis siklus alami temperature air di lautan Pasifik dan Atlantik.

Beberapa ahli percaya bahwa siklus laut dapat menjelaskan semua perubahan besar temperatur dunia di abad ke-20.

Menurut Pusat Data Es dan Salju Nasional Amerika Serikat, pemanasan global bumi sejak 1900 adalah karena siklus laut alamiah, dan bukan karena gas rumah kaca buatan manusia.

Dan saat ini siklus telah berpidah ke keadaan dingin di mana data menyebutkan sejumlah es di Artktik meningkat lebih dari seperempat keadaan normal sejak 2007.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan iklim ternama, termasuk Profesor Mojib Latif. Dia adalah anggota Panel Antar Pemerintah PBB dalam perubahan iklim. Dia dan koleganya memprediksi tren penurunan suhu pada tahun 2008 dan disampaikan lagi dalam konferensi IPCC di Jenewa pada bulan September.

Profesor Mojib Latif bekerja di Institut Leibniz di Universitas Kil Jerman. Dia telah mengembangkan metode pengukuran temperatur laut dengan kedalaman 3.000 kaki, di mana siklus dingin dan hangat bermula.

Di Eropa faktor krusialnya adalah temperatur di tengah laut Atlantik Utara. Dia mengatakan siklus laut semacam itu dikenal dengan nama osilasi decade atau MDO.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

H. Astronom Bertaruh Ada Kehidupan di Luar Bumi

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Para astronom mengatakan mereka berada di ambang menemukan planet seperti Bumi. Penemuan itu akan menjadi kunci untuk menentukan apakah kita sendirian di alam semesta.

Seorang pejabat NASA dan ilmuwan terkemuka lainnya mengatakan bahwa dalam waktu empat atau lima tahun mereka mungkin akan menemukan planet seperti Bumi pertama, di mana kehidupan bisa berkembang atau mungkin sudah.

Sebuah planet yang seukuran Bumi bahkan bisa ditemukan tahun ini jika petunjuk pendahuluan dari teleskop ruang angkasa baru berjalan dengan baik.

Pada konferensi tahunan American Astronomical Society minggu ini, setiap penemuan yang melibatkan apa yang disebut exoplanets yang berada di luar tata surya kita, menunjukkan pada kesimpulan yang sama.

Planet seperti Bumi di mana kehidupan bisa berkembang mungkin berlimpah, meskipun alam semesta dari ledakan bintang, menghancurkan lubang hitam dan tabrakan galaksi.

“Pertanyaan mendasar apakah kita sendirian? Untuk pertama kalinya ada sebuah optimisme bahwa suatu saat dalam kehidupan kita, kita akan sampai ke bagian itu,” kata Simon “Pete” Worden, astronom yang mengepalai Ames Research Centre NASA.

“Jika aku seorang pria petaruh, aku berani bertaruh kita tidak sendirian, ada banyak kehidupan.”

Bahkan Gereja Katolik Roma telah mengadakan konferensi ilmiah tentang prospek kehidupan di luar Bumi, termasuk pertemuan November lalu.

Worden mengatakan “Aku mengharapkan dalam empat atau lima tahun kita akan memiliki planet berukuran Bumi di zona yang bisa dihuni.” [ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

I. Ilmuwan Pecahkan Misteri Asteroid Bentuk Berlian

Syamsudin Prasetyo
(mbc.com)

INILAH.COM, Jakarta – Dalam perjalanan menjelajah angkasa menuju sebuah komet, pesawat ruang angkasa Rosetta milik Eropa mengambil gambar asteroid berbentuk aneh yang bernama Steins.

Temuan tersebut berimplikasi bagi ilmuwan dan insinyur dalam mempelajari cara melenturkan sebuah asteroid yang mungkin akan menabrak bumi.

Ilmuwan mempelajari gambar tersebut dengan menggunakan teknik matematika untuk merekonstruksi bentuk dan rata-rata kecepatan putaran Stein, yang berlokasi di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter.

Mereka memperkirakan bahwa Stein yang bentuknya seperti potongan berlian telah mengalami transformasi, fenomena serupa yang banyak terjadi disebut sebagai efek YORP.

YORP adalah akronim nama belakang dari ilmuwan Ivan Yarkovsky, John O’Keefe, V.V Radzievskii dan Stephen Paddack, yang mempunyai teori tentang radiasi matahari yang akan meningkatkan atau menurunkan rata-rata putaran asteroid. Efek tersebur berbalik dengan perlahan seiring dengan panas yang keluar.

“Apakah sebuah asteroid keropos ataupun solid membuat perbedaan yang besar dalam menebak strategi untuk melonggarkan asteroid ini,” ujar Astronom Universitas Marylad Michael A’Hearn.

Efek YORP dapat menyebabkan perubahan orbit asteroid dengan mengarahkan cahaya yang lebih gelap ataupun terang ke obyek yang dimaksud.

“Mengetahui efek sebenarnya dari cahaya matahari kepada pergerakan asteroid adalah sangat penting,” kata Ahli Matematik Universitas Teknologi Tampere Mikko Kaasalainen di Finlandia. “Bahkan akan menjadi sangat berguna di jangka panjang sejalan dengan usaha menjauhkan asteroid yang mendekati bumi dengan cara menyorotkan sejumlah cahaya ke permukaannya.”

Berdasarkan bentuk Steins dan tonjolan materi di orbit ekuatornya, ilmuwan percaya bahwa efek YORP pada masa lalu mengubah periode rotasi asteroid dari sekitar dua sampai dua setengah jam dari siklus enam jam saat ini.

Rosetta bertemu dengan Asteroid Steins dalam jarak 803 kilometer pada tanggal 5 September 2008. Penjajakan dimulai sejak 2004 dan perkiraan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko pada 2014.[ito]

// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>

J. Terpecahkan, Bumi Tidak Menabrak Matahari

Syamsudin Prasetyo
Mark Mac Low
(dailynews.com)

INILAH.COM, Jakarta – Proses selamatnya bumi tidak bertabrakan dengan matahari saat kemunculan planet, selama ini menjadi misteri besar bagi para astronom. Tetapi sebuah model baru berhasil memecahkan hal itu.

Planet semacam bumi diperkirakan terbentuk akibat kondensi awan yang mengandung gas dan debu di sekitar bintang. Materi dalam piringan sekitar bintang tersebut secara bertahap berkumpul menjadi satu dan secara kebetulan membentuk planetesimal, yakni asteroid seukuran satu blok gedung yang secara terus-menerus berbenturan membentuk planet yang utuh dan solid.

Ketika planet terbentuk juga bermigrasi ke dalam piringan putaran debu. Sebuah model lama tentang migrasi planet, menduga planet termasuk bumi seharusnya jatuh ke dalam permukaan matahari ketika bumi masih berbentuk planetesimal.

“Kenyataannya, teori tersebut bertentangan dengan bukti observasi dasar,” ujar Astronom Moredecai-Mark Mac Low dari Museum Sejarah Nasional Amerika di New York.

Mac Low dan koleganya menginvestigasi paradoks ini dan hadir dengan model baru yang menjelaskan bagaimana planet bisa bermigrasi selama proses pembentukannya dan terhindar dari kematian prematur yang mengerikan. Mac Low mempresentasikan temuannya dalam acara pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika.

“Satu masalah dengan pandangan klasik formasi planet dan migrasi adalah diasumsikan bahwa temperatur piringan protoplanet di sekitar bintang adalah konstan dengan temperatur benda yang berada dalam jangkauan di depannya,” jelas Mac Low.

Hal tersebut mengubah porsi piringan yang sebenarnya tidak dapat ditembus cahaya menjadi dingin dengan sangat cepat dengan panas radiasi di luar angkasa. Hal tersebut menciptakan perbedaan temperatur di dalam piringan yang belum dihitung sebelum model terbaru Mac Low ditemukan.

“Ini adalah kemajuan besar,” ujar Mac Low. “Mengapa, karena semua dapat melihat bagaimana model terbentuk dan migrasi terjadi sehingga bumi selamat.”[ito]

K. Terpecahkan, Misteri Melahap Lubang Hitam
Syamsudin Prasetyo
(Telegraph.com)

INILAH.COM, Jakarta – Foto sinar X dari lubang hitam yang sangat besar di tengah galaksi Bima Sakti membantu astronom menentukan mengapa lubang hitam itu sangat lapar.

Seperti halnya galaksi spiral dan elips lain di alam semesta, bandara galaksi Bima Sakti adalah sebuah lubang hitam sebagai jantungnya, disebut sebagai Sagittarius A*.

Sagittarius A* itu sekitar 26.000 tahun cahaya dan memiliki massa 4 juta kali matahari.

Gambar baru yang diambil Chandra X-ray Observatory dan dipublikasikan di pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika menunjukkan emisi sesi sinar X pusat galaksi sekitar 120 tahun cahaya.

“Tidak hanya menunjukkan bagaimana gambaran alam semesta sebenarnya, foto itu juga membantu menyelesaikan misteri mengapa lubang hitam melahap material langit sebanyak mungkin,” ujar Angota tim Chandra Roman Scherbakov dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian.

Sementara lubang hitam sendiri tidak terlihat, kehadirannya ditandai melalui efek gravitasi material yang mengelilinginya dan radiasi sinar seiring dengan akselerasi dan pembakaran material sebelum tersedot ke dalam lubang misterius tersebut.

Dalam tampilan gambar Chandra, gugusan bintang di sekitar lubang hitam terlihat dengan jelas. Angin bermuatan partikel yang dikeluarkan bintang memenuhi lubang hitam.

Astronom sebelumnya menghitung lubang hitam mungkin saja melahap hanya 1% dari angin yang datang dari bintang ini. Satu persen sepertinya kecil, tetapi jumlah gas sekecil itu membuat lubang hitam tampak lebih besar dan terang dibandingkan yang sebenarnya.

Gambar Chandra yang diperoleh bersama degan model aktivitas memakan segala dari lubang hitam menunjukkan bahwa lubang hitam di galaksi Bima Sakti memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.

“Jadi benar bila lubang itu selalu lapar,” ujar Shcherbakov.

Sedangkan perbedaan jumlah radiasi sinar X yang astronom lihat dan harapkan belum dijelaskan oleh ilmu fisika.

Astronom mengetahui bahwa gas spiral yang berada di lubang hitam sangatlah panas. Prose konduksi menghasilkan panas yang sebelumnya tidak diteliti. Konduksi menyebabkan peningkatan panas di dalam gas yang akhirnya keluar, mengurangi radiasi yang dihasilkan lubang hitam. Proses tersebut juga menciptakan tekanan yang membantu angin bintang menghindar dari gravitasi lubang hitam secara bersamaan.

Jadi jelas ketika faktor konduksi masuk, emisi sinar X yang diharapkan dari lubang hitam dalam model cocok dengan pengamatan yang dilihat astronom. [ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
L. Bintang Berputar Aneh Buktikan Prediksi Einstein
Syamsudin Prasetyo
(Telegraph.com)

INILAH.COM, Jakarta – Penemuan sebuah bintang berputar aneh di Bima Sakti diperkirakan dapat membantu menemukan bukti prediksi Einstein tentang gelombang gravitasi. Bintang berputar berisi pulsar milidetik dan membentuk semacam peta itu sesuai dengan prediksi teori relativitas Einstein.

Bintang aneh tersebut sangatlah padat dan daya magnetnya sangat kuat dan biasa disebut pulsar milidetik. Bintang tersebut berotasi ratusan kali per detik, lebih cepat daripada mesin blender di dapur.

Tujuh belas buah bintang ini diidentifikasi dengan bantuan teleskop luar angkasa Fermi NASA, yang memindai langit menggunakan sinar gamma energi tinggi.

Penemuan tersebut dipublikasikan pada pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika di Washington DC.

Pulsar tercipta ketika bintang sangat besar mati dan hancur dalam ledakan supernova menjadi obyek solid yang hanya sebesar neutron. Ketika massa matahari secara kasar berubah menjadi paket sebesar kota kecil, momentum bersudut yang terkumpul menyebabkan bintang neutron berputar dengan sangat cepatnya dan mengeluarkan pancaran sinar yang menyapu layaknya mercu suar di luar angkasa.

Jika pulsar segaris dengan bumi, maka pancaran sinarnya akan mengenai bumi setiap kali pulsar bintang tersebut berotasi, menciptakan denyut cahaya yang dapat dilihat dalam interval reguler per milidetik atau detik, bergantung pada massa pulsar tersebut. Faktanya pulsar adalah jam alami yang paling tepat dalam mengukur waktu yang sebenarnya.

Ilmuwan berharap dengan mengawasi tingkat denyut pulsar dalam rentang luas, mereka dapat menciptakan semacam GPS galaksi untuk menemukan bukti gelombang gravitasi dalam usaha pencarian jangka panjang.

Gelombang gravitasi diteorikan sebagai fluktuasi kurva waktu ruang angkasa yang diprediksi dengan menggunakan teori Einstein yakni relativitas umum.

Gelombang ini seharusnya tersebar luas menembus seluruh ruang angkasa, mengirim energi yang disebut sebagai radiasi gravitasi. Dan gelombang gravitasi bisa tampil sebagai korelasi goyangan dalam jaringan detak waktu pulsar.

“Sistem GPS menggunakan ukuran tunda-waktu di antara detak waktu satelit untuk memperkirakan posisinya dari bumi,” ujar Peneliti Scott Ransom dari National Radio Astronomy Observatory di Charlottesville, Virginia.

“Sama halnya dengan memonitor perubahan waktu dalam konstelasi sebaran pulsar milidetik yang cocok di angkasa, peneliti bisa mendeteksi latar belakang kumulatif gelombang gravitasi yang lewat.”

Deteksi obyek baru tersebut dapat menjadi kemajuan dalam pencarian sejak pulsar milidetik secara relatif sulit untuk dilacak, hanya sekitar 60 buah yang berhasil ditemukan di galaksi Bima Sakti sebelumnya. Karena pancaran sinar pulsar dalam sinar gamma di antara gelombang yang lain, Fermi memetakan kumpulan sumber pulsar yang diverifikasi astronom melalui teleskop.

“Fermi menunjuk kepada target spesifik,” ujar Paul Ray dari Laboratorium Riset Naval di Washington DC. “Ini rasanya seperti menemukan peta harta karun.”[ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
M. Hubble Tangkap Momen Kelahiran Galaksi
Syamsudin Prasetyo
(thesun.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta – Astronom mengeluarkan foto tampilan panorama galaksi termuda di alam semesta. Benih galaksi ini tumbuh sejak terjadinya Big Bang dan berkembang bersama proses evolusi.

Galaksi adalah kumpulan bintang yang memenuhi kosmos. Yang paling besar semacam galaksi Bima Sakti luasnya lebih dari 100 ribu tahun cahaya (hampir 600 ribu triliun mil) dan mengandung ratusan miliar bintang-bintang.

Galaksi yang lebih awal muncul juga lebih lemah, lebih kecil dan diisi oleh bintang yang lebih muda dan sangat besar. Mereka bersinar dalam rentang usia 600 juta hingga 800 juta tahun setelah Big Bang, yang terjadi sekitar 13,7 miliar tahun lalu.

“Ini adalah benih galaksi yang lebih besar daripada Bima Sakti nantinya,” ujar Astronom dari Universitas California – Santa Cruz Garth Illingworth.

Dipenuhi dengan bintang muda berwarna biru, galaksi baru ini hanya seukuran seperduapuluh diameter galaksi Bima Sakti dan massanya 1% sebagaimana terlihat melalui Great Observatories Origins Deep Survey.

“Kami rutin melihat galaksi dalam berbagai bentuk, usia dan ukuran,” ujar Astronom Rogier Windhorst dari Universitas Arizona di Tempe.

Gambar yang berhasil diambil oleh kamera baru Hubble membuah sebuah periode meleburnya galaksi pada saat 9 miliar hingga 7 miliar tahun lalu.

Dikombinasikan dengan observasi kimiawi dari teleskop infra merah Spitzer NASA dan teleskop X-ray Chandra, astronom mendapatkan gambar yang lengkap bagaimana galaksi terbentuk, bergabung dan tumbuh.[ito]

N. Ditemukan, Lima Planet Mirip Bumi
Syamsudin Prasetyo
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Teleskop NASA Keppler berhasil menemukan lima planet mirip bumi. Planet lebih besar dan lebih panas dari bumi itu bisa dihuni alien jika memang ada.

Daftar planet di luar galaksi Bimasakti lebih banyak berkat observasi pertama dari teleskop luar angkasa Keppler NASA. Teleskop tersebut menemukan lima planet baru mirip bumi yang mengorbit bintang-bintang.

“Saya ingin mengumumkan penemuan lima planet di luar sistem tata surya kita oleh Keppler, “ ujar Direktur Sains NASA William Borucki dalam pertemuan Perkumpulan Astronomi Amerika ke-215 di California.

Keppler yang mengorbit untuk mencari planet baru, berhasil menemukan planet mirip bumi yang kemungkinan menjadi tempat tinggal alien, selain ditemukan sebuah obyek aneh yang mengorbit sebuah matahari dan mengukurnya dengan menggunakan getaran yang menjalar dari permukaan bintang.

Lima planet yang baru ditemukan lebih besar daripada ukuran bumi kita, diperkirakan seukuran dengan Neptunus, dan empat planet lainnya lebih besar daripada Yupiter.

Lima planet ini mengorbit sangat dekat dengan bintang-bintang mereka, dengan waktu rotasi sekitar empat sampai lima hari dan sangat panas. Temperatur panasnya lebih dari lava cair, bahkan besi pun akan meleleh di permukaannya.

“Jadi mereka adalah planet yang sangat panas dan sangat terang,” ujar Borucki.

Planet yang berukuran seperti Neptunus dijuluki Keppler 4b memiliki kepadatan layaknya planet di tata surya kita, terdiri dari elemen yang lebih berat daripada hidrogen dan helium. Planet lainnya dinamakan Keppler 7b, memiliki kepadatan paling kecil di antara planet-planet yang ditemukan lainnya.

Keppler yang diluncurkan pada 6 Maret 2009 itu bertugas mencari cahaya lurus yang datang dari sebuah bintang dan mengindikasikan adanya planet yang transit di depan bintang tersebut.

Keppler telah menunjukkan kemampuan mengukur osilasi yang terpancar dari permukaan bintang. Dengan mempelajari seismologi bintang ini, dapat membantu peneliti menemukan pemahaman yang lebih baik atas usia dan struktur bintang. [ito]

O. Teleskop NASA Temukan Obyek Misterius
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Teleskop pemburu planet NASA yang baru, menemukan obyek yang misterius karena terlalu panas untuk sebagai planet dan terlalu kecil untuk menjadi bintang.

Kepler Telescope yang diluncurkan pada bulan Maret, menemukan benda langit baru yang mengelilingi bintangnya.

Kepala ilmuwan teleskop Bill Borucki dari NASA mengatakan obyek itu ribuan derajat lebih panas dari bintang-bintang yang di kelilingi.

Itu berarti obyek itu mungkin bukan planet. Mereka lebih besar dan lebih panas daripada planet dalam tata surya kita, termasuk planet-planet kerdil.

“Alam semesta terus membuat hal-hal aneh aneh dari yang bisa kita pikirkan dalam imajinasi kita,” kata Jon Morse, kepala astrofisika NASA.

Penemuan baru itu tidak cocok dengan setiap definisi yang diketahui dalam astronomi, dan sejauh ini tidak memiliki klasifikasi sendiri. Rincian tentang obyek misterius itu dipresentasikan pada pertemuan American Astronomical Society di Washington.

Untuk saat ini, peneliti NASA yang menemukan obyek itu Jason Rowe mengatakan ia menyebut sebagai “sahabat panas.”

Lalu seberapa panas? Sekitar 26.000 derajat Fahrenheit, cukup panas untuk melelehkan timah atau besi.

Ada teori utama mengapa obyek itu ada dan sedang berada di ujung siklus kosmik.

Rowe memperkirakan mereka planet yang baru lahir. Planet baru memiliki suhu sangat ekstrim dan dalam hal ini ia berspekulasi obyek itu kemungkinan hanya sekitar 200 juta tahun.

Ronald Gilliland dari Space Telescope Science Institute mengatakan, obyek itu bisa jadi adalah bintang kerdil putih yang sekarat dan menanggalkan kulit terluarnya dan menyusut. [ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
P. Vatikan Ungkapkan Dokumen Rahasia
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Sebuah surat abad ke-13 dari cucu Genghis Khan yang menuntut penghormatan dari Paus adalah salah satu dokumen dari Arsip Rahasia Vatikan yang dipublikasikan untuk pertama kalinya.

Vatikan mengungkap arsip rahasia yang terdiri dari gulungan, perkamen dan buku bersampul kulit. Arsip itu merupakan korespondensi sejak lebih dari 1.000 tahun lalu.

Reproduksi 105 dokumen berkualitas tinggi itu, yang 19 belum pernah ditampilkan sebelumnya di depan umum diterbitkan dalam sebuah buku.

Arsip Rahasia Vatikan itu juga berisi surat Paus kepada Hitler, sebuah permohonan ke Roma yang ditulis di kulit pohon birch oleh suku Indian Amerika Utara, dan sebuah permohonan dari Mary Queen of Scots.

Buku dokumen dari Gereja Katolik Roma itu juga banyak menuliskan permusuhan dengan dunia ilmu pengetahuan dan seni, termasuk dokumen dari sidang “ajaran sesat” Galileo dan korespondensi dengan Erasmus, Voltaire dan Mozart.

Dalam surat tahun 1246 dari Grand Khan Guyuk kepada Paus Innosensius IV, cucu Genghis Khan itu menuntut Paus melakukan perjalanan ke Asia Tengah sendiri – dengan semua raja di belakangnya – untuk “membayar pelayanan dan penghormatan kepada kami” sebagai suatu tindakan dari “ketundukan”, dan mengancam jika melakukan tindakan sebaliknya “maka kamu akan menjadi musuh kita”.

Surat resmi lain dalam arsip menyoroti peran politik kepausan. Pada tahun 1863 Jefferson Davis, presiden Konfederasi Serikat, menulis kepada Paus Pius IX menyatakan bahwa perang saudara berkecamuk di seluruh Amerika itu sepenuhnya disebabkan oleh “agresi utara”.[ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
Q. Lubang di Bulan Bisa Dukung Kehidupan
Syamsudin Prasetyo
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Ilmuwan menemukan lubang besar bekas aliran lava vulkanik di bulan yang bisa menampung manusia, dan dapat digunakan sebagai basis perlindungan dari meteor.

Aliran lava yang sama dengan kondisi di bumi tersebut diperkirakan terjadi 4 miliar tahun lalu.

Permukaan bulan setidaknya memiliki satu buah lubang vertikal yang sangat dalam menghadap langit dan memiliki akses cahaya yang bisa menjadi basis perlindungan di bulan bagi astronot masa depan.

“Kami menemukan sebuah lubang vertikal di bulan,” kata tim ilmuwan internasional.

Rekahan itu merupakan lokasi gelap di dekat sisi bulan berbentuk sebuah blok kawasan yang besar dan dalam, seukuran sebuah gedung pencakar langit.

Hal tersebut pada awalnya diduga ditimbulkan oleh aliran lava yang tercipta miliaran tahun yang lalu, ketika bulan lebih hangat dan unsur vulkaniknya aktif.

Penemuan yang ditulis secara detil di jurnal Riset Geofisik itu disusun menggunakan data pesawat SELENE Jepang yang mengorbit bulan. Penelitian ini dipimpin oleh Junichi Haruyama dari Agensi Luar Angkasa Jepang JAXA.

Sementara penemuan air ataupun air es di bulan telah memberikan sebuah harapan perjalanan kembalinya astronot dan menetap untuk waktu yang lebih lama, termasuk mendirikan koloni atau tempat persinggahan di bulan.

Tetapi basis permanen di bulan perlu perlindungan dari radiasi dan serangan meteor yang seringkali menimpa bulan, karena bulan tidak memiliki atmosfer pelindung atau magnetosfer.

“Karena saluran lava terlindungi dari lingkungan yang berbahaya di permukaan bulan, maka tabung semacam itu suatu hari bisa berguna bagi basis manusia di bulan,” ujar ilmuwan.

Lubang kawah serupa juga ditemukan di planet Mars dan juga diperkirakan mampu menjadi tempat berlindung yang potensial, jika memang manusia ingin mengembangkan eksistensi gua manusia modern di luar angkasa.

Lubang tersebut berbentuk bundar dan melingkar, sekitar 213 kaki (65 meter) dengan kedalaman 262 hingga 289 kaki (80-88 meter) demikian perkiraan para ahli.

Lava yang menyembur miliaran tahun lalu meninggalkan sebuah terowongan dengan atap yang mudah retak yakni sebuah lava dingin yang berpotensi runtuh. Lubang di wilayah bukit Marius dikenali pernah aktif.

“Tabung lava yang berada di bawah tanah bulan adalah sama halnya dengan yang ada di bumi,” tunjuk peneliti. Ilmuwan telah lama berdebat apakah bulan memiliki lubang gua yang sama dengan yang di bumi.[ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
R. Rusia Akan Kirim Perontok Meteor

INILAH.COM, Jakarta – Kepala badan antariksa Rusia mengatakan kita bisa mengirim pesawat untuk merontokkan asteroid yang mengancam bumi. Tapi ilmuwan AS mengatakan skenario itu tidak mungkin.

Anatoly Perminov mengatakan pada radio Golos Rossii lembaga ruang angkasa itu akan segera mengadakan rapat untuk menilai sebuah misi ke Apophis.

Dia mengatakan lembaga itu mungkin akan mengundang NASA, European Space Agency, lembaga ruang angkasa China dan pihak lain untuk bergabung dengan proyek.

Saat asteroid 270 meter pertama kali ditemukan pada tahun 2004, para astronom memprediksi peluang menabrak bumi 1 banding 37.

Studi lanjutan telah mengesampingkan kemungkinan tabrakan pada 2029, ketika asteroid diperkirakan berjarak 29.450 kilometer dari permukaan bumi, tetapi mereka menunjukkan kemungkinan kecil terjadi tabrakan pada pertemuan berikutnya.

NASA menyatakan Apophis kemungkinan bisa menghantam Bumi pada 2036 1 banding 45. 000. Pada bulan Oktober. Setelah dihitung ulang peneliti asteroid mengubah perkiraan 1 banding 250.000.

NASA mengatakan pertemuan lain pada 2068 akan melibatkan kemungkinan dampak 1 banding 330.000.

Don Yeomans yang mengepalai NASA Near-Earth Object Program mengatakan perhitungan yang lebih baik dari Apophis hampir pasti menghapus kemungkinan tabrakan dengan Bumi pada 2036.

“Sementara Apophis hampir pasti bukan menjadi masalah, aku mendorong komunitas sains Rusia mempelajari berbagai pilihan defleksi yang tersedia dalam peristiwa pertemuan Bumi dan asteroid di masa depan,” kata Yeomans.

Tanpa menyebutkan kesimpulan NASA, Perminov mengatakan bahwa ia mendengar dari seorang ilmuwan Apophis semakin dekat dan dapat menghantam planet.

“Saya tidak ingat persis, tapi menurut saya itu bisa menabrak bumi pada 2032,” kata Perminov.

“Kehidupan manusia sedang dipertaruhkan. Kita harus menyediakan beberapa ratus juta dolar AS dan membangun sebuah sistem yang akan memungkinkan kami untuk mencegah tabrakan, daripada duduk dan menunggu hal itu terjadi dan membunuh ratusan ribu orang,” kata Perminov.

Para ilmuwan telah lama berteori tentang strategi defleksi asteroid. Beberapa mengusulkan untuk mengirimkan wahana mengelilingi asteroid berbahaya yang secara bertahap mengubah lintasan.

Yang lain menyarankan untuk mengirimkan pesawat ruang angkasa, membentur asteroid dan mengubah arah atau menembak dengan senjata nuklir. [ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
S. 8 Berita Sains Teraneh di 2009
Syamsudin Prasetyo
(ghosttheory.com)

INILAH.COM, Jakarta – Keanehan dapat berbentuk apa saja. Pada 2009 banyak yang aneh menyangkut sains mulai dari kebohongan UFO di New Jersey, hingga anjing berbahaya bagi bumi.

8. Rekaman Bigfoot

Ketika beberapa pemburu sedang memasang kamera untuk merekam kehidupan liar di hutan Minnesota, secara tidak sengaja mereka memotret pendaki atau pemburu lain di jalan yang sama.

Namun beberapa pengamat lokal menyimpulkan bahwa siluet dalam cahaya gelap tersebut mungkin saja adalah Bigfoot. Namun peneliti Bigfoot menyanggah foto tersebut hanya tampilan seorang lelaki dalam pakaian dan kondisi cahaya yang gelap, seperti halnya pada tahun 1967.

7. Duplikat Kafan Turin

Sebuah tim yang terdiri dari ilmuwan Italia menduplikasi kain dari Turin yang dipercaya sebagai peninggalan kafan yang dikenakan Yesus ketika meninggal. Namun hasil tes membuktikan bahwa kain tersebut palsu.

6. Anjing Berbahaya Bagi Bumi

Publikasi penelitian di New Scientist mengatakan bahwa seekor anjing berukuran sedang lebih berpotensi merusak lingkungan dari emisi gas yang dihasilkan dibandingkan sebuah SUV, berdasarkan sejumlah lahan dan sumber daya yang digunakan dalam waktu setahun.

5. Gadis 18 Tahun Terbangun dengan 56 Tato

Seorang gadis berusia 18 tahun asal Belgia mengklaim tertidur ketika membuat sebuah tato dan terkejut ketika terbangun ada 56 tato bintang di wajahnya. Dia kemudian menuduh seniman tato tersebut mewarnai dirinya tanpa izin dan ayah gadis tersebut menuntutnya. Tetapi kemudian dia mengakui bahwa dia pernah bangun dari tidurnya dan meminta 56 tato tersebut dan berbohong karena ayahnya marah ketika melihat wajahnya.

4.Kebohongan UFO New Jersey

Ketika cahaya merah misterius muncul di langit malam di atas New Jerset, banyak orang yang percaya bahwa itu adalah pesawat makhluk luar angkasa yang mengunjungi Garden State. Satu hari kemudian, seorang kolumnis menyelesaikan misteri tersebut dan menggambarkan bahwa hal tersebut adalah kebohongan yang dibuat oleh kelompok untuk memperingati April Fool’s Day sebagai eksperimen sosial. Masing anggota kelompok yang berbohong di denda US$ 250 (Rp 2,4 juta).

3. Chupacabra

Seekor hewan berbentuk aneh seperti coyote ditemukan di Blanco Texas. Hewan tersebut sedang mendaki dan disebut sebagai hewan misterius yang chupacabra (binatang buas vampir Spanyol yang legendaris) dipamerkan di museum New York yang menyatakan bahwa bumi akan berusia beberapa ribu tahun saja. Hewan aneh ini juga disinyalir memiliki sifat yang labil.

2. Bocah Balon

Momen janggal terjadi pada bocah berumur 6 tahun asal Colorado bernama Falcon Heene, publisitas menyebut dia sedang mencari ayahnya menggunakan balon udara buatan rumah yang terbang di langit. Tetapi kemudian polisi melakukan pencarian dan bocah ada itu di rumah dan keluarganya dituntut.

1. Kalender Maya Menakutkan Orang Banyak

Banyak orang yang gugup dan cemas karena penulis New Age menumbuhkan kekhawatiran besar kalender suku Maya kuno ditafsirkan akan terjadi kiamat pada tahun 2012. Namun masyarakat modern keturunan Maya justru terganggu dengan semua hal tersebut dan dilaporkan bahwa kalender nenek moyang mereka tidak mereka pikirkan lagi.[ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
<!– reset –>
T. Ditemukan, Obyek Terkecil di Ruang Angkasa
(space.com)

INILAH.COM, Jakarta – Astronom menemukan obyek paling kecil di ruang angkasa yang lebarnya kurang dari 1 km. Obyek yang ditemukan dengan tipuan itu, terletak 4,2 miliar mil jauhnya.

Obyek itu merupakan bagian dari Sabuk Kuiper, sebuah cincin es batu di luar Neptunus.

Obyek yang tampak oleh teleskop luar angkasa Hubble itu hanya memiliki lebar 975 meter. Sebelumnya, obyek terkecil yang terlihat di dalam Sabuk Kuiper adalah selebar 30 mil.

Penemuan itu adalah bukti pengamatan pertama populasi obyek seukuran komet di Sabuk Kuiper yang muncul karena tabrakan, kata astronom. Sabuk Kuiper terus berkembang, dan wilayah dingin itu telah berubah selama 4,5 miliar tahun, sejak tata surya lahir.

Menariknya, obyek itu sebenarnya 100 kali lebih redup dari yang bisa dilihat oleh Hubble secara langsung. Jadi, penemuan itu dibuat dengan menggunakan tipuan cahaya.[ito]

U. Gerhana-Bulan Biru Langka di Tahun Baru
Syamsudin Prasetyo

INILAH.COM, Jakarta – Malam tahun baru 2010 akan istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pergantian tahun akan diwarnai munculnya bulan biru, juga akan terjadi gerhana.

Peristiwa ini dapat dinikmati seluruh masyarakat dunia, kecuali benua Amerika yang mengalami dua kali bulan purnama dalam satu bulan atau blue moon (bulan biru).

Diramalkan akan ada gerhana bulan sebagian pada malam pergantian tahun baru. Gerhana bulan ini tidak akan terlihat di utara dan selatan Amerika, tetapi akan jelas tampak di sebagian besar belahan bumi Eropa, Afrika dan Asia.

Peristiwa tersebut juga menjadi pertanda bulan purnama ke dua di Amerika Utara, yang disebut dengan bulan biru. Kecuali jika kondisi lingkungan atmosfer memberikan pengaruhnya, seperti debu yag tersebar dari gunung berapi, maka bulan tersebut tidak akan berwarna biru.

Meskipun gerhana bulan tersebut tidaklah terlihat di sebagian besar Amerika Utara, pemandangan luar biasa ini akan tetap bisa dinikmati dengan menggunakan perangkat lunak simulasi astronomi semacam Starry Night.

Pengamat langit bisa menggunakan perangkat lunak ini untuk melihat gerhana bulan dari titik manapun di bumi.

Dengan alat bantu inilah, gerhana bulan akan terlihat jelas di semua belahan bumi. Gerhana paling jelas akan terlihat di Eropa Barat dan Afrika Tengah.

Seiring dengan terbenamnya matahari di arah barat daya, bulan purnama akan muncul di belahan timur laut bumi. Pada pukul 18.17 waktu setempat, bulan akan masuk ke bagian tergelap bayangan bumi, disebut dengan umbra. Gerhana bulan maksimum adalah pada pukul 20.23, dan bulan akan meninggalkan umbra pada pukul 20.53. Sisa jejak terakhir bayangan akan hilang pada pukul 22.28.

Pengamat di bagian lain dunia harus melakukan penyesuaian dengan waktu lokal mereka. Warga Australia diperkirakan akan menangkap pandangan sekilas gerhana bulan tersebut sebelum bulan terbenam pada tanggal 1 Januari 2010. [ito]

V. Bulan Biru Akan Muncul pada Kamis

INILAH.COM, Jakarta – Bulan biru akan muncul di langit malam, pada Kamis (28/12) mendatang. Blue Moon itu muncul terakhir kali pada 2007.

Blue Moon itu merupakan istilah untuk bulan penuh kedua dalam satu bulan. Bulan purnama pertama itu sudah terjadi pada 2 Desember lalu.

Ungkapan Blue Moon tidak ada hubungannya dengan warna permukaan bulan, jelas Conrad Jung, staf Chabot astronom di Space & Science Center di Oakland. “Itu hanya istilah sehari-hari, yang berarti sangat sangat langka,” katanya.

“Ini bukan fenomena yang sering terjadi,” Jung menambahkan. “Ini agak esoterik. Saya tidak mendapatkan banyak pertanyaan tentang bulan biru.”

Pada awal abad yang lalu, bulan biru dianggap sebagai tiga musim dengan empat bulan penuh, tidak peduli kapan munculnya, katanya.

Budaya agraris lebih memperhatikan bulan purnama, karena penerangan malam hari bisa memperpanjang hari kerja selama musim tanam dan panen, Jung menjelaskan.

Bulan purnama September misalnya, dikenal sebagai Harvest Moon di Amerika Serikat.

Blue Moon dapat memiliki warna biru jika dilihat melalui debu di atmosfer dari abu vulkanik. Namun, Jung tidak percaya letusan Gunung Mayon di Filipina baru-baru ini akan memiliki efek warna Blue Moon pada Kamis mendatang. [ito]

W. Ilmuwan Pecahkan Misteri Gempa Aceh

INILAH.COM, Jakarta – Lima tahun setelah tsunami Aceh yang merupakan salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah, para ilmuwan dunia mulai memahami apa yang menyebabkan bencana itu.

Lima tahun yang lalu bumi bergetar dan hampir seperempat juta orang kehilangan kehidupannya, karena tsunami yang bergolak di Samudera Hindia.

Ilmuwan menilai sumber gelombang mematikan itu jelas adalah gempa bumi Sumatera-Andaman 9,2, yang merupakan salah satu yang paling kuat dari yang pernah ada.

Menurut beberapa studi terbaru, justru patahan jauh lebih kecil yang mengirim tembok air setinggi 100 kaki meluncur ke provinsi Aceh.

Jika benar, penemuan itu akan menjelaskan apa yang benar-benar melahirkan bencana tahun 2004.

Gempa terjadi akibat dari patahnya rekahan sepanjang 1.600 kilometer di mana lempeng tektonik India bertabrakan di bawah lempeng Sunda. Rekahan diperkirakan telah tergelincir 20-25 meter dalam waktu hampir seketika.

Banda Aceh terletak dekat bagian dari rekahan yang tidak bergerak sama sekali, namun daerah itu yang paling parah.

Bagaimana mungkin Aceh mengalami kerusakan yang sangat besar seperti itu? Para ilmuwan berpikir sekarang mereka tahu mengapa. Patahan yang lebih dekat ke pantai Sumatra yang diabaikan sebelumnya, pecah hampir pada waktu yang sama dibandingkan sepupunya yang jauh lebih besar.

Felix Waldhauser dari Columbia University dan tim peneliti menganalisis ribuan gempa susulan di wilayah tersebut sejak 2004. Epicenters dari gempa kecil berbaris dengan patahan yang tidak biasa menunjukkan hal itu dan bukan patahan utama yang telah aktif di daerah itu.

Patahan penting yang oleh tim disebut patahan splay (miring ) itu, mengiris plat Sunda jauh lebih dekat ke pantai barat Sumatra, dan dengan sudut yang lebih curam ke dasar laut daripada patahan utama.

Ini berarti bahwa setiap kali patahan melebarkan, hal itu mendorong dasar laut ke atas lebih keras, menyebabkan tsunami yang lebih besar.

“Pengamatan gempa bumi di sepanjang (patahan utama) tidak cukup untuk menghasilkan tsunami yang besar,” kata Waldhauser. Ia menyajikan temuan tim pada pertemuan tahunan American Geophysical Union awal bulan ini.

Tim peneliti lain yang dipimpin oleh Satish Singh dari Institut de Physique du Globe de Paris di Prancis menunjukkan dalam model komputer, bahwa patahan miring hanya perlu bergeser 5 meter untuk menghasilkan tsunami besar-besaran yang menelan Banda Aceh, setara dengan gempa 7,8 atau 7,9 Magnitudo.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa peristiwa kecil dapat menghasilkan efek yang merusak seperti itu, dan itu tidak akan mendapat perhatian,” kata Singh.

Gempa yang lebih kecil itu kemungkinannya akan berulang lebih sering daripada gempa bumi besar, setiap 100-200 tahun sekali.

Singh mengingatakan patahan miring serupa di lepas pantai Padang yang berpenduduk 750 ribu jiwa. Dia mengatakan patahan bisa terjadi dalam dekade berikutnya.[ito]

X. Ditemukan, Letusan Bawah Laut Menyeramkan
Syamsudin Prasetyo
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Ilmuwan menemukan letusan gunung berapi terdalam 4.000 kaki di bawah permukaan lautan Pasifik. Menggunakan kapal selam otomatis bernama Jason mereka merekam semburan lahar yang menyeramkan.

Gunung West Mata meletus pada kedalaman hampir 4000 kaki dibawah permukaan laut Pasifik. Peneliti mengungkapkan 80% letusan gunung berapi paling aktif terjadi di dasar lautan terdalam.

Hal itu juga menunjukkan bagaimana rantai pulau-pulau terbentuk.

Rekaman muntahan lava sangat panas Gunung West Mata yang berada di area lautan antara Fiji, Tonga dan Samoa menjadi yang paling menakjubkan di bumi dalam era modern ini.

Air dari dalam gunung berapi terbukti mengandung asam yang setara dengan asam baterai atau asam di pencernaan manusia, meskipun hal tesrbut tidak menghalangi udang mendekati pusat aliran lava gunung berapi.

Letusan West Mata yang pertama kali keluar pada bulan Mei telah memberikan ruang bagi para ilmuwan untuk melihat lava cair mengalir menyelimuti dasar lautan untuk pertama kalinya.

Gambar video asli milik dokumen Badan Sains Nasional Adminstrasi Atmosfer dan Laut Nasional AS menunjukkan lava cair menyembur sejauh tiga kaki sama halnya ketika lava pada awal letupan meledak dan melebar menyeberangi dasar lautan yang dalam.[ito]

Y. Astronot Rayakan Dua Kali Natal
Syamsudin Prasetyo

INILAH.COM, Jakarta – Natal datang dua kali bagi astronot yang bertugas di stasiun luar angkasa internasional. Perayaan Natal di ruang angkasa dimulai Apollo 8.

Komandan stasiun Jeff Williams dari NASA memimpin lima awak, termasuk kosmonot Rusia Maxim Suraev dan Oleg Kotov, astronot Jepang Soichi Noguchi, dan penerbang luar angkasa Amerika Timotius Creamer.

Natal dirayakan pada 25 Desember 2009, serta pada 7 Januari 2010 Natal Ortodoks Rusia.

Kotov, Noguchi dan Creamer tiba baru-baru ini yang mengendarai pesawat luar angkasa Rusia Soyuz TMA-17 mendarat di stasiun ruang angkasa pada Selasa (22/12).

“Kami sepanjang tahun ini berada di tempat yang unik dan istimewa dan seringkali menoleh ke belakang melihat planet kita,” kata Williams dalam sebuah video pose tersenyum ketika pesawat turun dari pos orbit.

“Ini saatnya bagi kita untuk berpikir tentang keluarga dan teman-teman kita. Ini juga merupakan waktu untuk melihat ke depan untuk tahun depan, menyelesaikan perakitan stasiun luar angkasa internasional.”

Setiap tahun, para kru memilih kapan mereka mengadakan pesta hari libur resmi, yakni suasana di mana mereka berkumpul untuk berbagi makanan lezat khusus, di luar jatah normal mereka sehari-hari.

”Tahun ini, semua penerbang ruang angkasa terpilih mengambil Natal Amerika dan tahun baru Amerika sebagai hari libur resmi mereka,” ujar Juru Bicara NASA Kelly Humphries.

Meskipun demikian, ada kemungkinan akan ada pesta pada kesempatan mendatang, termasuk Natal Rusia.

“Mereka mungkin akan merayakan keduanya,” kata Juru Bicara NASA Josh Byerly.

Jamuan khusus untuk 25 Desember meliputi kalkun panggang, manisan ubi jalar, kacang hijau dengan jamur, dan roti jagung.

“Ada makanan tradisional dan juga saya berpikir bahwa Soichi membawa beberapa makanan Jepang, tentu saja mereka juga memiliki makanan Rusia,” kata Byerly.

Hari itu akan menjadi sangat meringankan dengan tugas minimal untuk para astronot. Mereka memiliki kesempatan untuk menelepon dan mengirim email ke rumah dan tentu saja menikmati makanan mereka.

“Mereka berkumpul di sekitar meja dan meletakkan semua jenis makanan,” kata Byerly. “Mereka mungkin barter satu sama lain dan saling tukar makanan yang berbeda. Ini pesta besar.”

Natal memiliki sejarah di ruang angkasa dimulai dengan Apollo 8. Pada tahun 1968 astronot Frank Borman, Jim Lovell dan Bill Anders mengirim siaran malam Natal ke bumi dengan menunjukkan pemandangan yang kini terkenal yakni bumi terbit di atas permukaan bulan.

Pada tahun 1973 awak kapal stasiun angkasa Skylab AS membangun sebuah pohon Natal buatan sendiri dari kaleng makanan kosong.

Kemudian di stasiun luar angkasa Rusia Mir, astronot NASA John Blaha dan David Wolf merayakan natal Amerika pada tahun 1996 dan 1997.[ito]

Pertanyaan: yang mana benar? Natal 25 Desember atau 7 Januari. Cendrungnya dua – duanya salah. Yang benar 17 Juni

Z. Pengejaran Meteor di China Terus Berlanjut
Syamsudin Prasetyo

INILAH.COM, Jakarta – China mengalami hujan meteor terbesar pekan ini. Pencarian hujan meteor itu berlanjut saat bulan purnama yang dikatakan sebagai salah satu penemuan terbesar di Beijing tahun ini.

Saksi mata di Beijing dan Tianjin mengamati dalam jarak dekat dan jelas meteorit turun di dekat cakrawala barat Beijing pada pukul 10.23 (16/12) berbentuk seperti bola api.

Kamera pengintai dari planetarium merekam cuplikan 2 detik dari fenomena musim gugur, di mana bintang jatuh yang cerah terlihat membawa ekor terbang ke arah timur dan meledak menjadi cahaya yang lebih besar sebelum menghilang di cakrawala.

“Kami berada di jembatan Jianxiangqiao saat mengendarai kendaraan ke arah barat di jalan Ring Road Utara Empat ketika melihat cahaya cerah terbang ke arah tenggara,” tulis Li Xin seorang peneliti Planetarium Beijing.

“Cahaya cerah meteor sangat dekat dengan bulan purnama,” tulisnya. “Kalau meteorit ini dapat diabadikan, hal itu dapat menjadi salah satu penemuan terbesar di Beijing.”

Warga lainnya di Beijing yang jadi saksi juga melaporkan adanya bentuk bola api seperti meteorit ke planetarium.

“Wow, apa itu yang saya lihat,” tulis seorang blogger di Beijing pada portal popular douban.com, hanya 12 menit setelah fenomena kejatuhan terjadi.

“Saya berada di Chaoyangmen di jalan lingkar timur kedua dan aku melihat bola berwarna hijau cerah bergerak ke selatan. Tak ada suara dan semuanya tampak baik-baik saja di luar mobil,” tulis blogger, yang menamakan dirinya “paman kikuk” .

Saksi online tidak menarik banyak perhatian serius sebelum diverifikasi oleh otoritas astronomi.

“Kau benar-benar aneh, paman sayang. Itu adalah Optimus Prime,” komentar dari pembaca.

Astronom dari Planetarium Beijing mengatakan bahwa saksi memang mengatakan yang sebenarnya dan peneliti mengatakan mereka telah melaporkan saksi ke Organisasi Meteor Internasional sebagai penampakkan meteor terbaru di Bumi.

Li juga memperkirakan lokasi pendaratan sekitar 40 km sebelah barat pusat kota Beijing, sementara Zhu Jin, direktur planetarium, memperkirakan antara 100 dan 200 km dari pusat Beijing. “Daerah pegunungan Baihuashan di perbatasan dekat Beijing dan Provinsi Hebei menjadi lokasi yang paling mungkin menjadi tempat pendaratan,” kata Zhu.

Para ilmuwan telah meluncurkan kampanye online dan lewat TV untuk mengumpulkan saksi. Warga di barat Beijing didorong untuk berkontribusi.

“Tapi belum diketahui puing-puing meteor akan seperti apa,” kata para ahli.

Planetarium Beijing tidak pernah mengumpulkan meteorit dari meteor masa lalu di Beijing. Pada pertengahan tahun 2006, ada sekitar 1.050 saksi melihat meteor jatuh.[ito]

A.a. Ditemukan Materi Gelap Pembentuk Semesta
Syamsudin Prasetyo

INILAH.COM, Jakarta – Ilmuwan yakin mereka telah menemukan partikel yang sulit dipahami dan membentuk 90% dari semesta disebut materi gelap (dark matter). Materi tersebut dideteksi dengan menggunakan germanium dingin dan detektor silikon jarak jauh.

Fisikawan telah mendeteksi partikel materi gelap (dark matter) untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, sejumlah laboratorium Amerika Serikat mengumumkan hal ini.

Temuan itu akan membukakan pandangan menyangkut pemahaman kita tentang bagaimana galaksi terbentuk.

Materi gelap diyakini membentuk 90 persen massa alam semesta. Kita tidak dapat melihatnya, namun para ilmuwan berpikir materi itu ada karena diberikan oleh gaya gravitasi.

Ini bisa membantu menjelaskan sejumlah besar massa yang hilang di alam semesta dan akan menjelaskan mengapa galaksi berputar pada saat berada dalam kecepatan perputaran.

Percobaan itu dengan menyusuri tambang Minnesota sepanjang setengah mil yang difokuskan untuk menemukan Partikel-Besar-Interaksi-Lemah, yang dianggap sebagai unsur yang membuat materi gelap.

Kepala peneliti Dan Bauer mengatakan mereka melihat dua partikel yang diharapkan merupakan karakteristik materi gelap.

Fisikawan memperingatkan, ada sekitar satu dari empat kemungkinan yang biasa dikenali sebagai partikel sub-atomik, bukan materi gelap yang dapat menjelaskan sinyal tersebut.

Teoretisi Craig Hogan dari Universitas of Chicago mengatakan penemuan itu sangat menarik.

Dia mengatakan tiga atau empat Partikel-Besar-Interaksi-Lemah saling bertubrukan dan direkam selama beberapa tahun oleh percobaan, dan merupakan bukti materi gelap.

“Itu akan mentransformasi cara kita melakukan sains,” kata Dr kata Hogan.

“Kami akan memiliki bentuk baru materi untuk dipelajari.”

Detektor sedang ditingkatkan dengan tiga kali lebih banyak germanium membuat deteksi hasil deteksi lebih kuat.[ito]

A.b. 2012 Rusia Punya Pesawat Luar Angkasa Nuklir
Syamsudin Prasetyo
(en.rian.ru)

INILAH.COM, Jakarta – Rusia mengembangkan pesawat ruang angkasa pertama berbahan bakar nuklir. Proyek senilai US$580 juta (Rp 5,56 triliun) ini akan selesai tahun 2012.

Kepala Agensi Luar Angkasa Nasional Rusia Anatoly Perminov mengatakan pesawat ruang angkasa berbahan bakar nuklir akan selesai tahun 2012.

Pembiayaan program selama 9 tahun penelitian ini menelan US$580 juta (Rp 5,56 triliun).

Perminov sebelumnya juga mengatakan bahwa pembangunan pesawat ruang angkasa megawatt-nuklir ini menjadi penting jika Rusia ingin mempertahankan peran kompetitifnya dalam penelitian sains luar angkasa, termasuk penjelajahan Mars dan bulan.

Presiden Akademi Kosmonautika Rusia sekaligus Kepala Pusat Riset Keldysh, Anatoly Koroteyev mengatakan, pembangunan sistem pendorong baru dan penyedia energi massa yang efisien, adalah bentuk contoh masalah ilmiah dan teknis yang besar, termasuk ketika mengadakan misi ke bulan dan Mars.

“Industri pesawat ruang angkasa Rusia saat ini tidak mampu sama sekali untuk membuat pangkalan permanen di bulan atau mencapai misi independen baru di Mars,” ujar Koroteyev.[ito]

One thought on “Jam Kiamat Akan Kembali Berubah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s