A. Polri: Kasus Susno Duadji Ditutup


Kali ini penulis sajikan info seputar Susno, dengan harapan rakyat indonesia menggugah Komisi III DPR dapat merekomendasikan kepada Presiden agar menempatkan Kapolri yang pro reformasi, pro hukum, pro rakyat. Dan melengserkan pejabat polri yang anti reformasi, terlibat sindikat pelanggaran ham dan markus serta anti rakyat.

Polri memutuskan, hasil pemeiksaan terhadap Susno Duadji tidak disampaikan ke publik.
Senin, 18 Januari 2010, 17:47 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Polri telah menutup kasus dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi yang dilakukan mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komisaris Jenderal Pol Susno Duadji. Hasil pemeriksaan itu tidak disampaikan kepada masyarakat.

“Untuk kepentingan organisasi, soliditas organisasi, maka ditempuh  langkah-langkah internal. Langkah yang dimaksud tidak harus kami beritahukan,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin 18 Januari 2010.

Menurut dia, tidak disampaikannya hasil pemeriksaan kepada Susno dimaksudkan agar polri tetap fokus pada tugas-tugas yang lain. “Maka persoalan ini telah selesai dengan baik di internal. Kita harapkan tidak jadi penafsiran-penafsiran di masyarakat,” kata dia.

Edward membenarkan polri membentuk beberapa tim, yang dipimpin oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Irjen Pol Saleh Saaf dan tim Propam untuk memeriksa kasus Susno ini. Dari masing-masing tim itu telah selesai bekerja dan telah ada keputusan pemeriksaan.

“Yang tidak kami umumkan ke publik. Dalam arti bagaimana kami menjaga soliditas internal,” kata dia.

Apakah dengan keputusan dari masing-masing tim itu, Susno akan tetap disidang? “Apapun akan kami kondisikan di internal kami,” kata dia.

Sebelumnya, Susno diindikasikan telah melanggar disiplin dan kode etik profesi oleh polri karena telah menjadi saksi yang meringankan terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 7 Januari 2010 lalu. Susno yang hadir dengan mengenakan seragam lengkap dan pada waktujam dinas, dinilai tidak meminta izin kepada institusi polri.

Sebelumnya, terkait kasus Susno ini, Kepala Polri, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menyatakan telah meminta kepada tim yang diketuai oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Irjen Nana Soekarna untuk memeriksa Susno secara terbuka. Persidangan terhadap Susno juga dijanjikan akan digelar secara terbuka.

Selain itu, belakangan tim yang ditugaskan untuk memeriksa Susno diketahui tidak hanya satu tim. Selain tim Propam, Polri ternyata juga membentuk tim klarifikasi yang dipimpin Saleh Saaf.

Sempat terjadi perbedaan pendapat dari kedua tim ini terhadap Susno. Tim Klarifikasi menyatakan Susno tidak melanggar kode etik dan profesi. Tapi di sisi lain, tim Propam tetap akan melanjutkan pemeriksaan.

B. Polri Tidak Gamang Selesaikan Kasus Susno
Dua tim itu mendalami bagian yang berbeda. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke pimpinan.
Senin, 18 Januari 2010, 17:30 WIB
Eka Puspasari, Mohammad Adam
(VivaNews/ Nurlis Meuko)

VIVAnews – Wakil Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri), Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak membantah ada kegamangan dalam tubuh Polri terkait pemeriksaan ganda yang dilakukan kepada mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji.

“Kegamangan bagaimana? Ini kan masalah internal dan kami sudah punya mekanisme. Semuanya masih dilengkapi,” kata Sulistyo setelah diskusi bertajuk ‘Reformasi Polri: Upaya Penegakan Hukum’, di PB HMI, Jalan Diponegoro 16A, Jakarta, Senin 18 Januari 2010.

Susno memicu kehebohan setelah hadir sebagai saksi meringankan untuk terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, Antasari Azhar. Susno diduga melanggar kode etik profesi Kepolisian karena datang pada jam kerja dengan mengenakan pakaian dinas.

Namun tanda tanya juga muncul dalam penyelesaian kedatangan Susno ke sidang Antasari tersebut. Polri membentuk dua tim untuk menangani dugaan pelanggaran Susno. Keduanya mengeluarkan pernyataan berbeda.

Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Inspektur Jenderal Polisi Saleh Saaf kepada wartawan mengatakan ada tim lain yang dibentuk oleh Polri untuk melakukan klarifikasi kepada Susno.

Dia mengaku ditunjuk oleh Kapolri, Bambang Hendarso Danuri untuk memimpin tim klarifikasi kepada Susno Duadji. Tim ini, kata dia, beranggotakan empat jenderal.

Saleh mengaku telah melakukan klarifikasi kepada Susno dan menyatakan Susno tidak terbukti melakukan pelanggaran. “Kalau sekarang tim klarifikasi sudah mengatakan tidak ada masalah, setidak-tidaknya [tim] Propam (Profesi dan Keamanan) akan berhenti,” kata Saleh.

Sementara, Kepala Divisi Propam, Inspektur Jenderal Oegroseno mengatakan tidak tahu menahu soal keberadaan tim lain, tim klarifikasi. Dia mengatakan masalah Susno hanya diperiksa oleh Propam.

Sulistyo mengatakan seluruh bahan dan keterangan yang dihimpun dua tim itu akan saling melengkapi. “Dua tim itu mendalami bagian yang berbeda. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke pimpinan,” ujar Sulistyo.

C. LPSK Belum Bisa Lindungi Susno
“Apakah ancaman terhadap Pak Susno itu real terjadi atau hanya potensi ancaman saja.”
Senin, 18 Januari 2010, 12:29 WIB
Arry Anggadha, Aries Setiawan
(VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan belum dapat melindungi Komisaris Jenderal Susno Duadji. LPSK masih menunggu laporan aktif dari mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal itu.

“LPSK tidak bisa bersikap proaktif, jadi sepanjang belum diajukan, LPSK tidak bisa menindaklanjutinya,” kata komisioner LPSK, Lies Sulistiani, di kantor LPSK, Jakarta, Senin 18 Januari 2010.

Lies menjelaskan, jika akhirnya Susno meminta perlindungan, dia harus mengikuti prosedur yang digariskan. Susno, lanjut Lies, harus memenuhi persyaratan untuk dilindungi. “Apakah memang ancaman terhadap Pak Susno itu real terjadi atau hanya potensi ancaman saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Husni Maderi, kakak sepupu Susno Duadji, mengimbau agar Susno mendapatkan perlindungan atau pengawasan. Hal ini terkait dengan ancaman yang diterima jenderal bintang tiga itu.

Ancaman yang dikirimkan melalui pesan singkat itu dikirimkan paska Susno bersaksi dalam sidang perkara pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran dengan terdakwa Antasari Azhar.

Berikut isi dua SMS yang mengancam Susno Duadji:

“Skali lagi kau berani buka-buka pada media. nyawamu gentayangan. cucu kesayangan mu jangan ditanya.”

“Susno!!! sekali lagi kau tampil di media atau koran, mampus kau. kami tahu cara cepat menghabisi kau.”

D. Kabareskrim: Pak Susno kan Bukan Penjahat
“Mabes juga belum menyatakan Pak Susno bermasalah. Beliau belum bersalah.”
Senin, 18 Januari 2010, 12:15 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

// <![CDATA[
// = att_fotodata.length?0:att_slideshow_idx;
att_image_ss_changephoto(att_slideshow_idx);
}

function att_image_ss_start() {
att_slideshow_id = setInterval(att_image_ss, att_slideshow_speed);
}

function att_image_ss_changephoto(idx) {
$(‘#att_fotoimg’).attr(‘src’, att_fotodata[idx][0]); //.fadeIn(“slow”);
$(‘#att_fotocaption’).html(att_fotodata[idx][1] == ”?’ ‘:att_fotodata[idx][1]);
}

att_image_ss_start();
// ]]>

VIVAnews – Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi mengimbau semua pihak menyikapi secara bijak kasus Susno Duadji.

“Masalah ini merupakan masalah internal, masalah ini harus disikapi secara bijak karena masalah ini masalah dalam. Kan Pak Susno bukan penjahat,” kata Ito di Markas  Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin 18 Januari 2010.

Permasalah Susno, kata dia, tidak perlu dibesar-besarkan. “Karena bagaimanapun Pak Susno masih jadi bagian kita. Dia masih menjadi anggota polri, saat ini tidak ada masalah,” tambah dia.

“Jadi, Mabes juga belum menyatakan Pak Susno bermasalah. Beliau belum bersalah, mungkin hanya rumor,” lanjut Jenderal Ito.

Dijelaskan dia, mekanisme terhadap Susno adalah mekanisme biasa. Jika ada anggota Polri tak masuk kantor, tidak memberikan alasan, tentu dimintai keterangan.

“Tentu kalau bisa memberi alasan dan bisa diterima tentunya dinyatakan tidak melanggar kode etik. Melanggar dan tidak melanggar yang menentukan Propam. Jangan dilihat secara sepihak,” tambah dia.

***
Tak hanya kehadirannya dalam sidang terdakwa Antasari Azhar yang menghebohkan, penanganan oleh Polri pun menimbulkan tanda tanya.

Ada dua tim yang menangani Susno. Keduanya mengeluarkan pernyataan berbeda.

Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Inspektur Jenderal Polisi Saleh Saaf kepada wartawan mengatakan ada tim lain yang dibentuk oleh Polri untuk melakukan klarifikasi kepada Susno.

Dia mengaku ditunjuk oleh Kapolri, Bambang Hendarso Danuri untuk memimpin tim klarifikasi kepada Susno Duadji. Tim ini, kata dia, beranggotakan empat jenderal.

Saleh mengaku telah melakukan klarifikasi kepada Susno dan menyatakan Susno tidak terbukti melakukan pelanggaran. “Kalau sekarang tim klarfikasi sudah mengatakan tidak ada masalah, setidak-tidaknya [tim] Propam akan berhenti,” kata Saleh.

Sementara, Kepala Divisi Profesi dan Keamanan, Inspektur Jenderal Oegroseno mengatakan tidak tahu menahu soal keberadaan tim lain, tim klarifikasi.

Dia mengatakan masalah Susno hanya diperiksa oleh Propam.

“Yang saya tahu hanya tim Propam [yang melakukan pemeriksaan kepada Susno],” kata Oegro saat dihubungi wartawan, Jumat 15 Januari 2010.

Oegroseno mengatakan tim Propam akan tetap bekerja melakukan pemeriksaan terhadap Susno. Hasil pemeriksaan itu akan tetap dilaporkan kepada Kapolri. “Anggota saya masih jalan, artinya masih melakukan pemeriksaan,” kata dia.

Catatan: Antar petinggi polri berebut kepentingan?

E. Propam Tak Tahu Ada Tim Lain Periksa Susno
Oegroseno mengatakan masalah Susno hanya diperiksa oleh Propam. Tak ada tim lain.
Jum’at, 15 Januari 2010, 17:54 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
(VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Kepala Divisi Profesi dan Keamanan, Inspektur Jenderal Oegroseno mengatakan tidak tahu menahu soal keberadaan tim klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran disiplin dan keamanan yang dilakukan oleh mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji.

Dia mengatakan masalah Susno hanya diperiksa oleh Propam.

“Yang saya tahu hanya tim Propam [yang melakukan pemeriksaan kepada Susno],” kata Oegro saat dihubungi wartawan, Jumat 15 Januari 2010.

Oegroseno mengatakan tim Propam akan tetap bekerja melakukan pemeriksaan terhadap Susno. Hasil pemeriksaan itu akan tetap dilaporkan kepada Kapolri. “Anggota saya masih jalan, artinya masih melakukan pemeriksaan,” kata dia.

Tim klarifikasi menyatakan Susno Duadji tidak melakukan pelanggaran, lalu apakah Tim Propam akan menghentikan pemeriksaan kepada Susno? “Saya lihat di UU, kan kita punya aturan di UU, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Kepala Polri. Semuanya di situ,” kata dia.

Menurut dia, meskipun dibentuk tim lain, hasil pemeriksaan oleh kedua tim tidak akan saling berbenturan. “Tidak berbeda, yang melakukan sama-sama polisi, cuma hasilnya tidak sama,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Inspektur Jenderal Polisi Saleh Saaf kepada wartawan mengatakan ada tim lain yang dibentuk oleh Polri untuk melakukan klarifikasi kepada Susno.

Dia mengaku ditunjuk oleh Kapolri, Bambang Hendarso Danuri untuk memimpin tim klarifikasi kepada Susno Duadji. Tim ini, kata dia, beranggotakan empat jenderal.

Saleh mengaku telah melakukan klarifikasi kepada Susno dan menyatakan Susno tidak terbukti melakukan pelanggaran. “Kalau sekarang tim klarfikasi sudah mengatakan tidak ada masalah, setidak-tidaknya [tim] Propam akan berhenti,” kata Saleh.

F. Susno Duadji: Damai kok, Nggak Ada Masalah
“Saya sudah tiga hari bolak-balik ke kantor, tidak masalah dengan kantor.”
Jum’at, 15 Januari 2010, 14:07 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Susno Duadji dan Bambang Hendarso Danuri berjabat tangan (Antara/ Andika Wahyu)

VIVAnews – Kasus kesaksian Komisaris Jenderal Susno Duadji di sidang Antasari Azhar, berakhir damai.

“Saya sudah tiga hari bolak-balik ke kantor, tidak masalah dengan kantor. Dengan Kapolri tidak ada masalah,” kata Susno di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 15 januari 2010.

Ditambahkan Susno, dia sudah melakukan klarifikasi pada Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Inspektur Jenderal Saleh Saaf, yang menjadi ketua tim klarifikasi kasus Susno.

Bagaimana hasilnya? “Tanya saja kepada beliau, pelanggaran kode etik bukan saya yang menilai,” jawab Susno.

“Damai kok, nggak ada masalah,” lanjut mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri itu.

Secara terpisah, Saleh Saaf mengatakan dari hasil klarifikasi, Susno tak bermasalah.

“Sebetulnya Pak Susno tidak ada masalah yang membuat masalah itu media, yang membuat sedemikian rupa,” kata Saleh di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 15 januari 2010.

Kesaksian Susno di muka persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar, dianggap tak masalah. “Pak Susno memberikan keterangan wajar sebagai orang yang dipanggil,” kata Saleh.

Dijelaskan Saleh, jika tim klarifikasi menyatakan Susno tidak ada masalah, maka tidak ada alasan bagi tim pertma, yang terdiri dari Irwasum, Kadiv Propam, dan Direktorat Hukum Polri untuk melanjutkan pekerjaannya.

“Pemeriksaan terhadap sesorang harus ada bukti awal. Kalau tidak ada bukti awal tidak perlu diteruskan,” kata Saleh.

Jadi, damai, Pak? “Hingga saat ini tidak ada istilah Pak Susno berseberangan dengan Kapolri. Sejak awal tidak ada masalah,” lanjut dia.

***
Kehadiran Susno dalam sidang Antasari Azhar disoal Polri. Selain datang tanpa izin, keterangan Susno juga dianggap bertentangan dengan Polri.

Polri awalnya bereaksi keras. “Itu bisa dikualifikasikan menyalahi aturan yang berlaku dalam organisasi. Itu melanggar disiplin atau kode etik profesi. Oleh karena itu, organisasi akan melakukan tindakan tegas,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang, Jakarta, Kamis 7 Januari 2010.

Sanksi Pemberhentian Dengan Hormat (PDH) atau Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) bisa dijatuhkan pada Susno.

G. Keputusan Polri: Susno Tidak Bermasalah
“Hingga saat ini tidak ada istilah Pak Susno berseberangan dengan Kapolri.”
Jum’at, 15 Januari 2010, 13:54 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
(VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Inspektur Jenderal Saleh Saaf mengaku ditunjuk Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk memimpin tim klarifikasi terhadap Susno.

Dari hasil klarifikasi itu, “sebetulnya Pak Susno tidak ada masalah yang membuat masalah itu media, yang membuat sedemikian rupa,” kata Saleh di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 15 januari 2010.

Kesaksian Susno di muka persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar, dianggap tak masalah. “Pak Susno memberikan keterangan wajar sebagai orang yang dipanggil,” kata Saleh.

Dijelaskan Saleh, jika tim klarifikasi menyatakan Susno tidak ada masalah, maka tidak ada alasan bagi tim pertama, yang terdiri dari Irwasum, Kadiv Propam, dan Direktorat Hukum Polri untuk melanjutkan pekerjaannya.

“Pemeriksaan terhadap sesorang harus ada bukti awal. Kalau tidak ada bukti awal tidak perlu diteruskan,” kata saleh.

Jadi, damai, Pak? “Hingga saat ini tidak ada istilah Pak Susno berseberangan dengan Kapolri. Sejak awal tidak ada masalah,” lanjut dia.

Ditanya soal beda pendapat dengan tim pertama, Saleh mengatakan mungkin pendapat itu diungkapkan sebelum tim klarifikasi selesai bekerja.

“Kalau sekarang tim klarifikasi sudah tidak ada masalah, ya setidak-tidaknya [tim] Propam akan berhenti,” tambah Saleh.

Sebelumnya, Kepala Divisi Profesi dan Keamanan (Propam), Inspektur Jenderal Oegroseno menyatakan penyelesaian kasus dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan Susno Duadjitetap dilakukan melalui sidang internal. Tidak ada kata damai.

“Tidak ada istilah itu [islah], kalau sudah masuk [proses pemeriksaan],” kata Oegroseno saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis 14 Januari 2010.

Oegroseno mengatakan, tidak ada jalan penyelesaian lainnya. Penyelesaian tetap seperti rencana semula, yaitu melalui sidang. “Model lain tuh apa? Nggak, nggak. Kita masih tetap ke rencana semula,” kata dia.

***
Kehadiran Susno dalam sidang Antasari Azhar disoal Polri. Selain datang tanpa izin, keterangan Susno juga dianggap bertentangan dengan Polri.

H. Sidang untuk Susno Tetap Akan Digelar
Menurut Mabes Polri tidak ada jalan penyelesaian lainnya.
Kamis, 14 Januari 2010, 17:58 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Eko Huda S
Susno Duadji, Kabareskrim Mabes POLRI (VivaNews/ Nurlis Meuko)

VIVAnews – Polri menegaskan tetap akan menggelar sidang dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi yang dilakukan oleh mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim), Komisaris Jenderal Susno Duadji.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Inspektur Oegroseno mengatakan, tidak ada jalan penyelesaian lainnya. Penyelesaian tetap seperti rencana semula. “Model lain tuh apa? Ngga, ngga,” kata Oegro saat dihubungi wartawan, Kamis 14 Januari 2010.

Namun demikian, dia mengatakan kemungkinan pemeriksaan terhadap kasus Susno tidak bisa selesai tepat waktu sebagaimana direncanakan semula, yakni minggu ini. “Molor kayanya. Wong sepak bola ada injury time. Kita akan minta perpanjangan waktu,” kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini, tim yang dibentuk untuk menangani kasus Susno masih belum selesai melakukan pemeriksaan para saksi, baik internal maupun eksternal. Sementara itu, terhadap Susno, lanjut dia, akan dipanggil terakhir, setelah para saksi selesai dimintai keterangan. “Besok nggak mungkin. Mungkin minggu depan,” kata dia.

Keterangan Oegro ini berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Edward Aritonang. Edward sebelumnya mengatakan Susno telah diklarifikasi oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Inspektur Jenderal Saleh Saaf. “Setelah kegiatan kantor beliau (Susno) bertemu dengan Kabaintelkam. Dalam rangkaian klarifikasi sebagai mana yang dilakukan kemarin,” kata Edward di Jakarta, Kamis 14 Januari 2010.

Edward mengatakan Susno melakukan klarifikasi terkait adanya ancaman yang diterima melalui SMS. Selain itu, kata dia, klarifikasi soal kehadiran Susno dalam persidangan sebagai saksi Antasari Azhar, terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. “Materi (kesaksian) juga diklarifikasi,” kata dia.

Selain itu, dia juga mengatakan saksi-saksi yang dimintai keterangan sudah mencukupi.

I. Polri Sudah Periksa Susno Duadji
Tim pemeriksa menganggap keterangan yang diberikan semua saksi telah cukup.
Kamis, 14 Januari 2010, 11:42 WIB
Eka Puspasari, Eko Huda S
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Kepolisian (Polri) telah memeriksa mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komisaris Jenderal Susno Duadji terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi. Kepala Divisi Humas Polri Edward Aritonang mengatakan klarifikasi itu dilakukan ketika Susno bertemu dengan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Inspektur Jenderal Saleh Saaf, kemarin.

“Setelah kegiatan kantor beliau (Susno) bertemu dengan Kabaintelkam. (Pertemuan itu bagian) rangkaian klarifikasi,” kata Edward di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2010.

Edward menjelaskan klarifikasi dilakukan Kabaintelkam sebagai bagian dari tim pemeriksa. Tim ini sendiri dipimpin Inspektur Pengawasan Umum, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna.

Edward mengatakan Susno melakukan klarifikasi terkait adanya ancaman yang diterima melalui pesan pendek. Selain itu, Susno juga memberi keterangan terkait kehadiran dalam persidangan sebagai saksi adecharge Antasari Azhar, terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain.

“Materi (kesaksian) juga diklarifikasi,” kata Edward.

Edward menyatakan tim menganggap keterangan yang diberikan semua saksi telah cukup. Langkah selanjutnya, menurut Edward, akan diambil setelah seluruh keterangan dicek.

“Terkait hal itu akan kita lakukan klarifikasi. Nanti kami akan tentukan secara internal arah hasil klarifikasi itu,” ujar dia.

Polri bereaksi keras atas kesaksian Susno di sidang Antasari. Susno dianggap melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian. Susno bersaksi tanpa meminta izin korpsnya.

“Itu bisa dikualifikasikan menyalahi aturan yang berlaku dalam organisasi. Itu melanggar disiplin atau kode etik profesi. Oleh karna itu, organisasi akan melakukan tindakan tegas,” kata Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang.

Dalam kesaksiannya, Susno mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menunjuk Wakabareskrim saat itu, Inspektur Jenderal Hadiatmoko, sebagai tim pengawas dan penyelidikan untuk mengetahui motivasi Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

Meski bawahannya, Hadiatmoko tidak melaporkan ke Susno karena jalur komando langsung ke Kapolri. “Dia (Hadiatmoko) melaporkan langsung hasil-hasilnya kepada Kapolri,” kata Susno dalam persidangan.

Atas kesaksian itu, pengacara Antasari, Ary Yusuf Amir, meminta majelis hakim memanggil Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri ke persidangan. Sebab, dalam sidang sebelumnya, Hadiatmoko bersaksi bahwa ia tak menangani kasus pembunuhan itu.

J. Susno Temui Kabaintelkam Polri
Susno mengaku kedatangannya ini bukan untuk pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin.
Rabu, 13 Januari 2010, 15:16 WIB
Eka Puspasari, Eko Huda S
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Susno Duadji menemui Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Inspektur Jenderal Saleh Saaf. Namun Susno mengaku kedatangannya ini bukan untuk pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin yang dituduhkan kepadanya.

Susno hanya mengaku perbincangan dengan Saleh juga membicarakan masalah ancaman yang dia terima. “Datang ngobrol, bukan pemeriksaan. Ngobrol sama Pak Saleh, banyak hal yang diobrolkan, masalah kerjaan, masalah sidang,” kata Susno usai bertemu dengan Saleh di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Rabu 13 Januari 2010.

Lebih lanjut, Susno mengaku belum mengetahui penyelesaian kasus dugaan pelanggaran disiplin yang dituduhkan kepadanya. Sebelumnya Polri menyatakan permasalahan Susno bisa diselesaikan dengan islah. Namun, Polri tetap melakukan klarifikasi kepada Susno terlebih dahulu.

“Damai gimana? Nanti kan belum selesai,” kata Susno.

Susno yang mengenakan jas hitam itu meninggalkan Mabes Polri dengan menggunakan mobil Nissan Teana bernomor polisi H 7434 CS sekitar pukul 14.10 WIB.

Polri bereaksi keras atas kesaksian Susno di sidang Antasari. Susno dianggap melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian. Susno bersaksi tanpa meminta izin korpsnya.

“Itu bisa dikualifikasikan menyalahi aturan yang berlaku dalam organisasi. Itu melanggar disiplin atau kode etik profesi. Oleh karna itu, organisasi akan melakukan tindakan tegas,” kata Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang.

Dalam kesaksiannya, Susno mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menunjuk Wakabareskrim saat itu, Inspektur Jenderal Hadiatmoko, sebagai tim pengawas dan penyelidikan untuk mengetahui motivasi Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

Meski bawahannya, Hadiatmoko tidak melaporkan ke Susno karena jalur komando langsung ke Kapolri. “Dia (Hadiatmoko) melaporkan langsung hasil-hasilnya kepada Kapolri,” kata Susno dalam persidangan.

Atas kesaksian itu, pengacara Antasari, Ary Yusuf Amir, meminta majelis hakim memanggil Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri ke persidangan. Sebab, dalam sidang sebelumnya, Hadiatmoko bersaksi bahwa ia tak menangani kasus pembunuhan itu.

K. Kasus Susno Bisa Diselesaikan Dengan Islah
“Ya Tuhan kan mengajarkan supaya berbaik-baikan, kita lihat nanti setelah klarifikasi.”
Rabu, 13 Januari 2010, 13:13 WIB
Arry Anggadha, Eko Huda S
(VivaNews/ Nurlis Meuko)

VIVAnews – Polri menyatakan permasalahan mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Susno Duadji bisa diselesaikan dengan islah. Namun, Polri tetap melakukan klarifikasi kepada Susno terlebih dahulu.

“Ya Tuhan kan mengajarkan supaya berbaik-baikan, kita lihat nanti setelah klarifikasi selesai,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Jakarta, Rabu 13 Januari 2010.

Sebelumnya diberitakan Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan (Kabag Intelkam), Saleh Saaf bertemu dengan Susno Duadji. Saleh mengatakan tidak ada pemeriksaan dan pemanggilan terhadap Susno.

Jadi, permasalah Susno bisa diselesaikan secara damai? “Semua kemungkinan bisa saja,” kata Edward.

Terkait pertemuan itu, Edward mengatakan kedatangan Saleh itu hanya silaturahmi sebagai teman Susno. Edward juga mengatakan kedatangan itu kemungkinan ada kaitannya dengan fungsi Saleh sebagai intel untuk penyelidikan ancaman pembunuhan yang diterima Susno. “Mendalami dari sudut pandang intelijen. Sejauh mana itu ada ancaman,” kata dia.

“Kan Pak Susno kemarin bilang ada ancaman, ya kita tindak lanjutilah. Kehadiran Pak Saleh Saaf kurang lebih begitu. Kehadiran sebagai Kabag Intelkam mendalami  ancaman itu. Mungkin nanti bisa kita ungkap.”

L. Penjelasan Kapolri Soal Susno Duadji
Soal Susno Kapolri berjanji akan menyelesaikan secara internal Polri.
Rabu, 13 Januari 2010, 11:12 WIB
Amril Amarullah, Muhammad Hasits
Kapolri, Bambang Hendarso Saat Memastikan Noordin Tewas (VIVAnews/Tri Saputro)
Susno Duadji Saksi Meringanntasari

VIVAnews — Kehadiran mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam persidangan Antasari Azhar terdakwa pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen beberapa waktu lalu terus menuai persoalan dalam kubu internal Polri.

Bahkan nasib Susno pun makin tak jelas. Susno dinilai melanggar kode etik profesinya. Namun dia masih berstatus sebagai anggota Polri aktif hingga saat ini.

Meski demikian, Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan akan mengusut tuntas kasus tersebut dan akan meninjau kesaksian Susno secara internal.

“Soal Susno biar diselesaikan secara internal saja, berikan kami kesempatan untuk menyelesaikan, pokoknya diselesaikan internal saja deh,” kata Kapolri di Istana Negara, Rabu 13 Januari 2010.

Soal apakah Susno melanggar kode etik atau tidak, menurut Kapolri itu urusan internal Polri, sehingga tidak perlu di sampaikan ke publik. “Soal itukan tidak harus disampaikan ke publik,” tuturnya.

Susno tidak mengantongi ijin kepada Kepala Polri, dan dianggap melanggar kode etik dan profesi menyusul tindakannya memberi kesaksian dengan menggunakan pakaian lengkap dinas kepolisian mengatakan dirinya tidak mengantongi surat tugas karena hadir sebagai pribadi dan tidak mewakili instansi.

M. Polri Kirim Serse untuk Usut Ancaman ke Susno
Polri mulai mengusut ancaman pembunuhan yang diterima mantan Kabareskrim Susno Duadji.
Selasa, 12 Januari 2010, 14:13 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Eko Huda S
Susno Duadji, Kabareskrim Mabes POLRI (VivaNews/ Nurlis Meuko)
SMS Ancaman Pembunuhan ke HP Susno

VIVAnews – Komisari Jenderal Susno Duaji mengaku diancam akan dibunuh oleh orang tidak dikenal. Selain dirinya, Susno mengaku bahwa seorang cucunya juga diancam.

Ancaman pembunuhan itu dilansir setelah Susno menjadi saksi di pengadilan- dalam kasus pembunuhan Nasruddin- di mana mantan Ketua KPK, Antasari Azhar sebagai terdakwanya.

Kehadiran Susno sebagai saksi itu menimbulkan kontroversi, sebab tanpa ijin institusi kepolisian.

Institusi kepolisian akan mengusut benar tidaknya acaman pembunuhan yang diterima mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri itu.

“Memang kami akan cek kebenaran ancaman itu. Serse sudah berangkat kesana,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang di Jakarta, Selasa 12 Januari 2010.

Namun Edward mengatakan belum mengetahui hasil pengusutan ancaman pembunuhan itu. “Nanti koordinasi dengan Pak Ito,” kata dia.

Sebelumnya Susno Duadji mengaku mendapat SMS ancaman pembunuhan. Ancaman tersebut dia peroleh setelah memberikan kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain dengan terdakwa Antasari Azhar.

Akibat ancaman itu, Susno terpaksa mengungsikan istri dan cucunya.


• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s