Muslim Dihimbau Tidak Tenggelam di Facebook


17/01/2010 – 10:24
<!– reset –>
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Warga Malaysia, khususnya umat Islam harus menghindari tenggelam dalam budaya internet terutama Facebook dan Twitter. Internet tidak dapat diterima sama sekali karena diperkenalkan oleh Barat.

“Kami tidak mengatakan bahwa mereka tidak boleh menggunakan Facebook atau Twitter tetapi ketika menggunakan fasilitas tersebut mereka harus memelihara nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam, Budha atau Kristen untuk menjaga budaya kita,” kata Menteri Informasi dan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Dr Rais Yatim kepada wartawan usai membuka Seminar konsep 1Malaysia.

Dia menambahkan warga Malaysia yang menggunakan layanan internet di situs jaringan sosial harus berhati-hati dengan apa yang mereka lihat dan dengar.

“Kita harus kuat dalam keyakinan dan budaya kita, karena identitas dan citra negara kita tergantung pada kita. Mereka hanya menjual Facebook, Twitter, L-Band dan berbagai layanan lain, bahkan di ruang angkasa sebagai sebuah produk. Kita menerima semua itu sebagai gegar budaya,” katanya.

Dia mencaci beberapa orang Malaysia yang meremehkan orang-orang yang tidak cerdas menggunakan Facebook dan Twitter.

“Kita tidak boleh cepat menghukum atau memandang rendah mereka yang tidak menggunakan Facebook. Koran masih penting, begitu juga Facebook, tapi jangan terbawa dengan segala hal dan mengabaikan sistem lama,” katanya.

Rais juga memuji Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) yang berhasil melacak mahasiswa di National Arts Culture and Heritage Academy.

Mahasiswa itu memposting komentar yang mengancam keselamatan publik di Facebook, menyusul banjir serangan terhadap gereja menyangkut penggunaan kata Allah oleh warga non-Muslim.[ito]

// <![CDATA[// <![CDATA[
//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;:'http://openxtest.inilah.com/www/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//
// ]]>
16/01/2010 – 10:37
<!– reset –>
Ingin Ngebom Gereja di FB, Mahasiswa Diadili
(yahoonews.com)

INILAH.COM, Kuala Lumpur – Seorang mahasiswa Malaysia diadili karena komentar di FB yang akan melemparkan bom ke gereja. Pengadilan itu di tengah perseturuan penggunaan kata Allah oleh Kristen.

“Kamu ingin aku melemparkan bom bensin di sana? Kita bisa menegosiasikan harga,” tulis Mohamad Tasyrif Tajudin (25) dalam diskusi Facebook baru-baru ini yang berhubungan dengan perseturuan penggunaan kata Allah oleh non-Muslim.

Dia didakwa di bawah Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia menyangkut penyalahgunaan Internet, yang diancam hukuman sampai satu tahun penjara dan denda jika terbukti bersalah, kata deputi jaksa penuntut umum Dusuki Mokhtar.

“Dia bukan orang yang menyiapkan bom Molotov atau melakukan kejahatan. Tapi dia menyalahgunakan Facebook dengan maksud untuk menyebabkan gangguan. Posting komentar-komentar seperti itu sangat sensitif dan berbahaya,” kata Dusuki.

Mohamad Tasyrif tidak memasukkan permohonan dan akan tetap dalam tahanan polisi karena kasus itu ditunda hingga Senin, katanya.

Sejak Januari 8, penyerang tak dikenal telah melemparkan bom Molotov di delapan gereja. Dua gereja-gereja lain telah dirusak dengan cat dan sebuah kuil Sikh dilempari dengan batu, rupanya karena Sikh menggunakan kata Allah dalam kitab-kitab mereka.

Tidak ada penangkapan yang telah dibuat sehubungan dengan serangan itu.

Kantor pengacara yang mewakili orang Kristen yang berjuang untuk menggunakan kata Allah juga dirampok.

Serangan itu menyusul keputusan pengadilan 31 Desember yang menjungkirbalikkan aturan pemerintah yang melarang surat kabar Katolik menggunakan kata Allah sebagai terjemahan Tuhan dalam edisi bahasa Malaysia. Keputusan itu membuat marah banyak umat Islam di Malaysia.

Muslim menguasai sekitar 60 persen dari negara itu yang berpenduduk 28 juta orang, dengan 2,5 juta orang Kristen.

Sengketa yang sudah mengeras itu mengancam 40 tahun perdamaian dan stabilitas yang mendukung kesuksesan ekonomi Malaysia.

Pemerintah telah mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Tinggi itu dengan menyebut kata Allah adalah eksklusif bagi Islam dan jika digunakan oleh orang Kristen maka akan menyesatkan umat Islam.

Orang-orang Kristen mengatakan mereka telah menggunakan kata itu selama bedekade, dan merupakan satu-satunya kata yang mereka miliki untuk Tuhan dalam bahasa mereka.

Pemerintah telah mengutuk serangan terhadap gereja-gereja dan bersumpah untuk menjunjung tinggi kebebasan beragama kelompok minoritas dijamin oleh konstitusi.[ito]

One thought on “Muslim Dihimbau Tidak Tenggelam di Facebook

  1. wah bener juga ya..

    emang bener sih…

    teknologi akan selalu punya sisi positif dan negatif… selalu bipolar..

    tinggal kita yang harus bisa memakainya dgn baik..

    ^_^ terimakasih atas kunjungan sebelumnya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s