Cara Membedakan ATM Asli dan ‘Skimmer’


Bank biasanya memasang perangkat ATM standar. Tidak pernah ada tambahan.
Kamis, 21 Januari 2010, 15:18 WIB
Umi Kalsum, Syahid Latif

Boks kamera pengintai PIN di ATM (www.utexas.edu)

VIVAnews – Mencuatnya kasus pembobolan rekening dari Anjungan Tunai Mandiri melalui teknologi skimmer (pengganda data) dan kamera intip menuntut nasabah pemilik kartu lebih waspada.

Berikut ini, petunjuk bagi para nasabah yang hendak melakukan transaksi melalui mesin ATM dan bagaimana membedakan ATM yang aman dan ber-skimmer:

Pertama, pastikan mesin ATM menerapkan sistem keamanan yang memang sudah lazim digunakan. Pengamanan tersebut seperti adanya kamera CCTV pada ruang mesin ATM, kaca cembung berukuran kecil di bagian depan ATM untuk memantau kemungkinan adanya orang yang mencoba melirik PIN dari belakang.

“Harus diingat, kamera CCTV yang digunakan bank semuanya terlihat dengan jelas oleh nasabah dan menonjol keluar,” kata Kepala Divisi Operasional PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Triyono di Jakarta, Kamis 21 Januari 2010.

Kedua, mesin ATM yang digunakan umumnya memiliki tampilan standar dan tidak pernah dipasangi alat-alat tambahan diluar alat standar.

Triyono yang menjabat Ketua Tim Task Force BRI menuturkan alat-alat tambahan itu biasanya tidak dipasang oleh pihak bank. Alat-alat yang harus dicurigai di antaranya alat kecil seperti kancing baju yang sering digunakan sebagai kamera kecil, tonjolan pada lubang tempat memasukan kartu ATM pada mesin, serta kotak-kotak boks berisi leaflet di dekat tombol-tombol mesin.

“Terkadang, pembobol sering menggunakan kotak leaflet tersebut untuk memasang kamera pengintip karena badan kamera dapat disembunyikan dalam kotak itu,” kata dia.

Bahkan secara ekstrem, Triyono meminta nasabah mencabut alat di depan lubang untuk memasukan kartu ATM jika dianggap mencurigakan. “Tempat masuk kartu itu tidak ada tonjolannya sama sekali,” ujar dia.

Ketiga, pastikan bahwa kanopi tempat menutup tombol angka ATM bebas dari kamera. Saat ini dengan teknologi yang semakin maju, ukuran kamera umumnya makin mengecil dan sulit dikenali dengan mata telanjang.

Triyono beranggapan bahwa transaksi melalui ATM masih lebih aman dibandingkan melalui SMS Banking maupun internet banking. Alasannya, pembobol ATM harus mengetahui dua benda dari nasabah yaitu PIN dan kartu debitnya.

Sementara penggunaan SMS Banking dan Internet Banking hanya menggunakan satu pola pengamanan yaitu PIN. Apalagi dengan kejahatan dunia maya dan hacker saat ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s