Pertarungan Kepentingan di Buku Putih


Ahluwalia
Boediono-Sri Mulyani-Robert Tantular
(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Akibat kasus Bank Century, pertarungan kepentingan antara Boediono, Sri Mulyani, dan Robert Tantular kian marak. Itu tercermin dari banyaknya penerbitan buku putih soal kasus Bank Century. Saling klaim kebenaran tak terhindarkan.

Kubu mereka beramai-ramai menerbitkan buku putih untuk memberikan penjelasan seputar krisis dan kaitannya dengan pemberian dana talangan Bank Century. Pembelaan masing-masing pihak dalam kasus Bank Century, makin membuat semua pihak berada di wilayah hitam dan abu-abu.

“Akibatnya konyol, karena BI, Depkeu dan Istana ada di zona hitam dan abu-abu. Pertarungan kepentingan itu amat menonjol

dan konyol,” kata Darmawan Sinayangsah, Direktur Freedom Foundation.

Kalangan DPR berpendapat buku-buku yang diterbitkan oleh institusi maupun perorangan itu merupakan sebuah argumentasi pembelaan dan kepentingan masing-masing pihak.

“Dengan diterbitkannya buku-buku tersebut, begitu banyak sekali aspek pertarungan kepentingan,” kata Anggota Pansus Fraksi PDI-P Hendrawan Supratikno, Selasa (19/1).

Masyarakat dapat menilai sendiri kepentingan dari masing-masing institusi itu dengan menerbitkan buku putih. Penerbitan buku putih itu merupakan proses bernegara yang akuntabel dan transparan karena masing-masing pihak menyampaikan apa yang menurut mereka benar.

Setidaknya sudah ada empat pihak yang menerbitkan buku putih untuk memberikan klarifikasi seputar masalah kasus Bank Century.

Pertama, Departemen Keuangan yang merilis buku putih Upaya Pemerintah dalam Pencegahan dan Penanganan Krisis. Buku setebal 74 halaman itu disusun oleh Tim Asistensi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan Depkeu dan diedarkan secara terbatas.

Kedua, Bank Indonesia yang merilis buku putih Krisis Global dan Penyelamatan Sistem Perbankan Indonesia. Buku setelah 70 halaman itu tidak disebutkan dengan jelas nama penulisnya, namun Hak Cipta dimiliki oleh Humas Bank Indonesia.

Ketiga adalah Robert Tantular. Mantan pemilik Bank Century ini juga merilis buku putih bertajuk Robert Tantular, korban dari pemegang saham asing dan BI. Buku yang memuat curahan hati Robert Tantular itu juga dibagikan ke anggota DPR saat ia dipanggil DPR pada 11 Januari 2010.

Keempat, buku dirilis oleh Anwar Nasution. Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan sekaligus mantan Deputi Gubernur Senior BI itu antara lain mengungkap soal penanganan Bank Century sejak 2000 hingga 2008. Buku itu juga dibagikan ke anggota Pansus Hak Angket Bank Century.

Buku-buku putih itu menjelaskan tanggung jawab masing-masing pihak dalam soal Bank Century. Dalam kaitan ini, istana sudah bereaksi. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai permintaan agar Presiden Susilo Bambang Yudyono ikut bertanggung jawab atas kasus aliran dana untuk menyelamatkan Bank Century senilai Rp6,7 triliun, tidak relevan.

Artinya, pelbagai buku putih yang membela diri itu urusan masing-masing. Saling lempar tanggung jawab memang sudah terjadi, dan Century menjadi bola panas politik antarelite.

“Jangan kemana-mana. Presiden adalah pemegang otoritas tertinggi di bidang keuangan dan otoritas tertinggi APBN. Kalau pimpro melakukan kesalahan, apa presiden harus bertanggung jawab meskipun pemegang otoritas. Presiden juga kalau melakukan intervensi, justru salah?” ketus Hatta.

Karena pimpro kebijakan pengucuran dana talangan adalah Boediono dan Sri Mulyani, maka merujuk pandangan Hatta itu, jelas Boediono-Sri Mulyani yang harus bertanggung jawab.

Gitu aja kok repot. [mor]

3 thoughts on “Pertarungan Kepentingan di Buku Putih

  1. Ping-balik: Pertarungan Kepentingan di Buku Putih « MMUTP…Ada Apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s