Banyak Masjid Salah Tentukan Kiblat


Astaghfirullahal’adzim,  1431 tahun sepeninggal Rosulullah SAW, umat muslim terbanyak didunia, masih salah arah kiblat? Apa kata dunia? Kemana ahli ahli astronomi, ahli geografi, ahli syariat, pengadilan agama, kiyai di pesantren, ketika masjid dibangun? Mereka ahli gerhana, ahli cuaca, jangan – jangan susunan jadual sholat kita jadi amburadul. Mudah – mudahan tidak. Astagfirullahal’adzim.
Walaa haula walaa quwwata illah billah
Kesalahan arah kiblat terjadi di Jawa Tengah, juga Jakarta, termasuk masjid pemerintah.
Jum’at, 22 Januari 2010, 08:12 WIB
Elin Yunita Kristanti
Shalat di masjid Mutia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Arah kiblat, ke mana umat Islam menghadap saat sembahyang, diduga mengalami pergeseran. Perubahan arah kiblat ini terungkap berdasarkan metode ukur satelit.

Akibatnya, banyak masjid salah mementukan arah kiblat. Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa kesalahan penentuan kiblat yang banyak terjadi di beberapa masjid di Indonesia, pembetulannya tidak harus dengan membongkar bangunan masjid.

“Tak harus dibongkar masjidnya, cukup posisi shaf dan arah kiblatnya yang diubah,” kata Suryadharma, seperti dimuat laman Departemen Agama.

Kesalahan kiblat antara lain terjadi pada beberapa masjid di Jawa Tengah yang diketahui salah menetapkan arah kiblatnya. Juga di Jakarta.

“Memang ada beberapa temuan masjid yang salah kiblat, seperti di Jakarta saja ada beberapa masjid milik instansi pemerintah yang juga salah kiblatnya,” tambah dia.

Meski selama ini, salah arah, tambah dia, tidak terlalu mempengaruhi makna dari shalat. “Tapi itu kan tidak jadi permasalahan, karena ketidaktahuan. Yang penting itu niat untuk ibadah kita, arah tidak mengurangi makna dan kekhusyukan shalat,” katanya.

Terkait salah kiblat ini, Kementerian Agama akan menurunkan tim untuk mengukur kembali arah kiblat. “Kita akan menurunkan tim Kementerian Agama di masing-masing daerah, juga dibantu ormas-ormas setempat, untuk mengukur kembali arah kiblat itu,” ujarnya.

1 Dari 4 Penduduk Bumi Beragama Islam
Muslim China lebih banyak dari Syria. Di Jerman bahkan lebih banyak dari Lebanon
Kamis, 8 Oktober 2009, 18:09 WIB
Elin Yunita Kristanti
(Antara)

VIVAnews – Hampir satu diantara empat penduduk bumi beragama Islam atau muslim. Ini berdasarkan studi terbaru yang bertujuan memetakan populasi umat muslim dunia.

India, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia, selain Indonesia dan Pakistan. Penduduk muslim India bahkan dua kali lipat dibandingkan yang ada di Mesir.

Kemudian, penduduk Muslim di China lebih banyak dari Syria. Muslim di Jerman bahkan lebih banyak dari Lebanon. Sedangkan Rusia punya penduduk muslim lebih banyak dari gabungan muslim di Yordania dan Libya.

Hampir dua pertiga penduduk muslim dunia berada di Asia, terpusat di Turki sampai Indonesia.

Sementara, Timur Tengah dan Afrika Utara, keduanya menjadi tempat tinggal seperlima muslim dunia.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikeluarkan Pew Forum on Religion & Public Life, ada sekitar 1,57 miliar penduduk muslim di dunia atau 23 persen dari keseluruhan penduduk dunia yang berjumlah 6,8 miliar.

Penelitian dilakukan dari data terkini demografi dari 232 negara dan teritori.

Agama Kristen yang tercatat 2,25 miliar, berdasarkan proyeksi World Religion Database pada 2005.
Menurut peneliti senior Pew Forum, Brian Grim, perkembangan jumlah muslim dunia sedikit mengejutkan.

“Secara keseluruhan, jumlah ini lebih tinggi dari yang saya perkirakan,” kata dia, seperti dimuat CNN.

Sebelumnya, estimasi jumlah penduduk muslim dunia dalam kisaran 1 sampai 1,8 miliar.

“Banyak negara, yang kami kira tak ada penduduk muslimnya, ternyata mereka memiliki banyak penduduk muslim,” kata direktur riset Pew Forum wilayah India, Rusia, dan China, Alan Cooperman.

Sementara, penulis buku terkenal Amerika  Serikat, Reza Aslan mengatakan laporan tersebut akan berimplikasi pada kebijakan Amerika Serikat.

Timur Tengah, kata dia, tak lagi bisa dijadikan representasi dunia muslim. “Isu menggapai dunia muslim, tak boleh hanya berfokus di Timur Tengah,” kata dia.

Jika tujuannya menciptakan kesepahaman antara dunia muslim dan AS, fokus Amerika seharusnya di Asia Selatan maupun Asia Tenggara,” tambah dia.

Jangan Samakan Terorisme dengan Islam
Jihad Islam tidak dengan meneror.
Selasa, 11 Agustus 2009, 17:48 WIB
Siswanto
Gerilyawan Jihad Islam Palestina (AP Photo)

VIVAnews – Pimpinan Majelis Talim Nurul Mustofa, Habib Hasan bin Jafar Assegaf, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mengidentikkan kegiatan terorisme dengan agama Islam.

Menurut Habib Hasan, walaupun para pelaku teror kerap mendasarkan perbuatan mereka dengan naskah-naskah yang bersumber pada Alquran dan hadis, bukan berarti bisa disimpulkan jika Islam mengajarkan terorisme.

“Jangan samakan terorisme dengan Islam, ini kan soal orang yang menginterpretasikan ajaran agama. Kalau orangnya salah mengartikan ajaran agama, kan bukan agamanya yang salah,” kata Habib Hasan usai acara Indonesia Bersalawat di lapangan Masjid At-Taqwa, Kompleks Pomad, Jakarta Selatan.

Habib Hasan melanjutkan, akar masalah kegiatan terorisme biasanya berpangkal pada istilah jihad (berjuang) di jalan Allah. Tidak semua muslim mempunyai pandangan yang sama dalam memahami ajaran jihad dalam Islam.

Sebagian kelompok, lanjut Habib Hasan, mengartikan jihad sebagai perang terhadap kaum kafir dengan seluruh cara yang bisa dilakukan. Namun ada juga kelompok yang memaknai jihad sebagai perjuangan sungguh-sungguh untuk menjauhi apa-apa yang dilarang Allah dan melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya.

Dikatakan, multitafsir terhadap ajaran agama yang berujung pada perilaku kekerasan dan anarkisme atau terorisme, sebenarnya tidak hanya terjadi dalam Islam. “Agama lain juga sama, makanya tidak adil kalau terus-menerus dipublikasikan jika citra Islam sama dengan teroris.”

Habib Hasan menambahkan, sepanjang sejarah perkembangan agama-agama, tidak ada cara atau metode efektif untuk menghentikan perilaku orang yang memahami agama atau keyakinannya dengan pendekatan kekerasan.

Hal paling baik yang bisa dilakukan adalah memperbanyak majelis-majelis agama yang menumbuhkan sikap saling berbaik sangka terhadap orang lain. Habib Hasan menyatakan, salah satu penyebab suburnya pemahaman agama yang salah lantaran sikap kebencian terhadap orang lain dan perilaku tidak saling menghormati.

“Makanya kegiatan agama yang menyerukan agar umat terus berbaik sangka dengan sesama, positive thinking, harus terus diperbanyak,” kata Habib Hasan.

2 thoughts on “Banyak Masjid Salah Tentukan Kiblat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s