Hulubalang Istana, Hikayat Dua Andi


Andi Malarangeng
(inilah.com/Agung Rajasa)

Alkisah di sebuah kerajaan yang terkenal dengan pulau-pulaunya, tersebutlah seorang Raja yang pandai, tutur halus, cukup wibawa, walaupun kadang terkesan berlebihan.

Sang Raja adalah raja yang disukai oleh kebanyakan rakyatnya, hal itu dibuktikan dengan terpilihnya kembali dia sebagai raja untuk kedua kali. Oh ya, di kerajaan Nusa Antara ini raja tidak diangkat berdasarkan keturunan, tapi telah dipilih secara langsung oleh rakyatnya.

Lazimnya seorang raja dia bebas memilih siapa yang layak menjadi menterinya. Tetapi di kerajaan Nusa Antara yang terdiri dari berbagai kerajaan-kerajaan kecil, Sang Raja kerap harus mempertimbangkan berbagai kepentingan berbagai sekutunya yang telah sukses mengantar dia kembali untuk merengkuh tahta yang kedua.

Oleh karenanya sang Raja mengangkat 34 menteri dari berbagai perwakilan kerajaan-kerajaan kecil untuk berbagai urusan yang menurut dia penting bagi jalannya kerajaan Nusa Antara.

Tapi lagi-lagi karena Sang Raja memang belum cukup yakin atas berbagai keperluannya, dia mengangkat lagi 10 wakil menteri, 7 pejabat setingkat menteri dan belasan hulubalang atau biasa dipanggil hulubalang khusus kerajaan.

Jumlah belasan hulubalang raja memang tidak bisa dipastikan karena hulubalang itu jumlahnya cukup banyak dan tidak semuanya dikenal atau sempat tercatat para pewarta kerajaan yang kerap menulis berbagai tingkah laku mereka.

Di sisi lain ada hulubalang raja yang namanya memang lebih baik tidak dikenal luas karena menurut usut punya usut sebenarnya para hulubalang itu ada yang bidang kerjanya tidak cukup jelas dan juga tidak harus diketahui oleh masyarakat banyak.

Lengkap sudah Sang Raja dengan puluhan orang pembantunya yang siap mengantar Sang Raja dalam rentang waktu panca warsa untuk kali yang kedua. Jumlah yang sangat banyak mengingat kerajaan Nusa Antara sebenarnya dikenal masih terlalu boros dalam membiayai segala keperluan kerajaannya.

Hal yang sebenarnya patut disayangkan karena rakyat kerajaan Nusa Antara menunggu cukup lama untuk melihat dengan nyata bagaimana kiprah aparat kerajaan cakap bekerja agar keadaan gemah ripah dan sejahtera segera tercapai.

Syahdan, di antara berbagai pembantu raja itu ada seorang menteri yang mengurusi kaum muda dengan berbagai kiprahnya. Menteri itu bernama Andi Malangraga, yang terkenal digemari kaum wanita karena kumisnya yang pas banget dengan wajahnya yang murah senyum dan manis itu.

Menteri ini dulunya adalah seorang hulubalang kerajaan yang lincah memberi penjelasan kepada para pewarta kerajaan tentang apa saja yang dilakukan oleh Sang Raja.

Para pewarta kerajaan yang tiap hari mencari warta di istana sudah maklum dengan kelincahan seorang hulubalang yang bernama Andi Malangraga sejak lama. Andi Malangraga adalah hulubalang yang gigih menjelaskan apa saja yang dilakukan Sang Raja walaupun kerap dia juga tidak begitu jelas apa sebenarnya yang telah dilakukan Sang Raja.

Para pewarta kerajaan tentu tidak akan lupa bahwa hulubalang berkumis ini dulunya adalah salah satu pangeran dari kerajaan kecil Sabrang Wetan yang bersama-sama dengan Sultan Rasyid Asselebesy pernah bersaing bersama pemangku tahta saat ini, Sang Raja, dalam memenangkan pemilihan bersama dewan rakyat kerajaan Nusa Antara.

Alih-alih memenangkan perwakilan Sultan Rasyid Asselebesy, Andi Malangraga adalah pangeran yang cepat sekali mampu membaca arah angin.

Pada saat yang tepat dia memutuskan untuk berpindah ke perwakilan Sang Radja yang terbukti kemudian memenangkan banyak suara di dalam dewan rakyat kerajaan Nusa Antara.

Hasil dari perpindahan yang sempat mengejutkan hati Sultan Rasyid Asselebesy itu adalah kedudukan hulubalang khusus Sang Raja yang harus siap dalam 24 jam untuk melayani para pewarta kerajaan yang tidak henti-hentinya ingin mengetahui perkembangan apa yang ada dalam istana khususnya apa yang dilakukan oleh Sang Radja.

Ketelatenan dan senyum di atas kumis tebal yang menggoda adalah modal Andi Malangraga dalam mengantar Sang Radja dalam masa panca warsa yang pertama.

Atas segala kiprahnya Sang Radja kemudian menghadiahkan kedudukan Menteri Kaum Muda yang saat ini dengan hikmat diterima Andi Malangraga sebagai kewajiban dia yang baru.(bersambung)

Yul Amrozi

One thought on “Hulubalang Istana, Hikayat Dua Andi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s