Pria 80 Tahun Nikahi Remaja 12 Tahun


Kamis, 21 Januari 2010 | 19:54 WIB

shutterstock

Ilustrasi

RIYADH, KOMPAS.com — Seorang pria Arab Saudi yang sudah masuk kategori tua bangka, 80 tahun, menikahi gadis remaja berusia 12 tahun. Sistem hukum negara itu pun kembali dikecam.

Pernikahan itu terjadi di Kota Buraidah di Provinsi Al-Qasim. Berdasarkan laporan harian Al-Riyadh, pekan lalu, gadis malang itu dipaksa menikah oleh ayahnya yang melawan kemauan gadis itu dan ibunya. Koran itu melaporkan, pernikahan itu dilakukan demi mas kawin.

Ibu gadis itu telah meminta bantuan Komisi Hak Asasi Arab Saudi. Namun, lembaga tersebut belum dapat berbuat sesuatu karena masih menunggu proses yang tengah berlangsung di pengadilan lokal.

“Ibu dari gadis di Buraidah itu meminta bantuan kami, meminta kami terlibat dalam membantu putrinya mendapatkan perceraian,” kata ketua komisi itu, Bandar al-Aiban, kepada AFP, Kamis. “Kasus ini sekarang berada di tangan penegak hukum, dan saya tidak ingin mengatakan apa pun sebelum mereka membuat keputusan. Namun, saya berharap agar mereka mendapatkan keputusan sesegara mungkin.” katanya.

Sheikh Abdullah al-Manie, seorang ulama senior Arab Saudi, mengatakan bahwa pernikahan dengan anak usia dini itu tidak dapat dibenarkan dengan merujuk pada pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisha, seorang gadis belia, pada 14 abad lalu. Kasus Aisha, yang dikenal di kalangan Muslim sebagai “Ibu dari Orang-orang Beriman,” sering kali dipakai oleh hakim-hakim Saudi dan para ulama untuk membenarkan pernikahan dini.

Namun, Manie, anggota Dewan Ulama Senior, sebagaimana diberitakan harian Okaz, Kamis, mengatakan bahwa kasus Nabi Muhammad tidak dapat digunakan untuk membenarkan pernikahan usia dini. “Pernikahan Aisha tidak dapat disamakan dengan pernikahan dini anak-anak saat ini karena kondisi dan situasinya tidak sama,” kata Manie.

Sistem hukum Arab Saudi berdasarkan pada hukum syariah. Semua hakimnya adalah ulama. Para hakim bukan mengikuti perkembangan hukum modern, melainkan mendasarkan keputusannya pada penafsiran sendiri terhadap teks-teks Islam yang ada.

Pria 50 Tahun Ceraikan Istri 9 Tahun
Jumat, 1 Mei 2009 | 08:25 WIB

Ilustrasi

JEDDAH, KOMPAS.com — Seorang pria berusia 50 tahun di Arab Saudi akhirnya sepakat menceraikan mempelai wanitanya yang berusia 9 tahun.

Demikian laporan media-media di sana, Kamis (30/4), yang dilansir Reuters setelah pernikahan tersebut mengundang kecaman internasional.

Keputusan itu, yang dilaporkan oleh surat kabar Alwatan dan Al-Riyadh, dikeluarkan setelah beberapa bulan proses pengadilan, kecaman dari PBB, dan berita utama media internasional mengenai praktik hak asasi manusia di Arab Saudi.

“Ini adalah tindakan yang bagus dan saya kira pria tersebut melakukannya karena ia menghadapi banyak tekanan dari semua orang,” kata Wajeha Al-Huaider, pendiri kelompok bagi hak asasi perempuan di Arab Saudi melalui telepon. Wajeha yang berkampanye buat anak-anak mengatakan, ia berharap tekanan yang digerakkan oleh kasus itu akhirnya akan mengarah pada terciptanya hukum yang melarang pernikahan di bawah umur.

Ibu anak perempuan tersebut, yang menentang pernikahan itu yang berlangsung ketika putrinya berusia 8 tahun, membawa kasus tersebut ke pengadilan tahun lalu.

Pengadilan di kota kecil Onaiza mengukuhkan pernikahan itu dengan syarat bahwa sang suami tak menggauli istrinya sampai anak perempuan tersebut mencapai masa puber.

Di dalam masyarakat patriarkal di Arab Saudi, yang menerapkan aliran Sunni, ayah memiliki hak untuk memutuskan dengan siapa putri mereka akan menikah. “Islam tak menetapkan usia bagi pernikahan. Akad nikah adalah satu hal dan pelaksanaan hidup rumah tangga adalah hal yang berbeda,” kata Ahmed Al Modi, tokoh intelektual Islam dan penulis.

Dalam kasus mempelai perempuan di bawah umur di Onaiza, ia mengatakan, hakim tak dapat memerintahkan perceraian karena akad nikah dilakukan sejalan dengan peraturan perkawinan, yang meliputi persetujuan sang ayah.

“Ketika sang anak masih di bawah umur, ayahnya dapat menyetujui akad nikah, tapi setelah anak itu mencapai usia puber, ia dapat mengajukan keberatan atas pernikahan tersebut,” kata Al Modi.

Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus seperti ini, sang anak biasanya tetap berada di bawah asuhan kedua orangtuanya dan suaminya dapat mengunjunginya. Namun, ia tak diperkenankan tinggal bersama anak perempuan itu atau melaksanakan kewajiban rumah tangga sampai anak perempuan tersebut mencapai masa puber.

Keputusan mengenai usia sah bagi pernikahan di Arab Saudi menjadi pembicaraan setelah seorang tokoh agama di negeri tersebut, Sheikh Mohsen al-Obaikan, mengatakan kepada satu surat kabar lokal bahwa anak perempuan yang berusia di bawah 18 tahun tak boleh diizinkan menikah.

Banyak tokoh agama di Arab Saudi, termasuk pemimpin ulama kerajaan itu, Imam Besar Sheikh Abdul-Aziz Ash-Sheikh, mengesahkan praktik pernikahan gadis muda. Kasus Onaiza mengundang kecaman internasional. “Terlepas dari keadaan atau kerangka kerja sah, pernikahan seorang anak di bawah umur adalah pelanggaran terhadap hak asasi anak,” kata Kepala UNICEF Ann Veneman pada awal April.

Al Modi mengatakan, Arab Saudi tertinggal dalam masalah pernikahan anak di bawah umur. “Mesir menetapkan usia sah bagi pernikahan pada 1975, kini kita telah mulai tersadar,” katanya. Ia menambahkan, negara Arab, seperti Jordania, Suriah, Lebanon, dan Mesir sudah menetapkan usia sah bagi pernikahan.

Kontroversi Bocah 8 Tahun Dinikahi Pria 58 Tahun
Senin, 20 April 2009 | 06:31 WIB

RIYADH, KOMPAS.com-Arab Saudi kini tengah mempertimbangkan menerapkan usia minimum untuk menikah.

Demikian menurut seorang pejabat kementerian kehakiman yang dikutip hari Minggu (19/4), setelah sebuah pengadilan mengesahkan perkawinan seorang gadis berusia 8 tahun dengan seorang pria yang 50 tahun lebih tua.

Surat kabar Al-Madina mengutip Mohamed al-Babtain, direktur urusan perkawinan pada kementerian kehakiman Arab Saudi, mengatakan, kementerian itu telah mulai ”memeriksa usia sah untuk menikah”. Pejabat tersebut tidak menjelaskan pernyataannya lebih lanjut.

Arab Saudi selama ini tidak mempunyai batas usia sah untuk pernikahan.

Para pejabat kementerian kehakiman tidak bisa dimintai komentarnya tentang hal ini.

Surat kabar itu juga mengutip seorang ulama terkemuka, Sheikh Mohsen al-Obaikan, yang mengatakan bahwa gadis-gadis di bawah usia 18 tahun seharusnya tidak diperbolehkan untuk menikah.

”Sebagian orangtua mengawinkan anak-anak perempuan mereka untuk kepentingan pribadi atau materi tanpa memedulikan sama sekali kepentingan anak gadis tersebut,” kata Obaikan.

Obaikan mengimbau dilarangnya ”mengawinkan gadis-gadis kecil di bawah usia 18 tahun untuk menghindari dampak buruk ini,” tambah surat kabar itu.

Sebuah pengadilan di kota Unaiza pekan lalu mengesahkan untuk kedua kalinya perkawinan gadis cilik itu dengan seorang lelaki yang lebih tua 50 tahun darinya, dengan syarat lelaki itu tidak berhubungan seksual dengannya sampai anak gadis itu akil balik.

Putusan pengadilan itu telah menimbulkan kritik internasional. (Reuters/DI)

Pria Arab Saudi Ceraikan Istrinya Lewat SMS
Sabtu, 11 April 2009 | 10:03 WIB

SHUTTERSTOCK

ilustrasi

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang pria Arab Saudi menceraikan istrinya melalui teks pesan singkat (SMS). Ini merupakan kasus pertama yang diketahui, mengenai pemutusan ikatan perkawinan melalui teknologi modern di Arab Saudi.

Pria tersebut berada di Irak, ketika ia mengirim SMS yang berbunyi “Saya ceraikan kamu” kepada pasangannya. Ia melanjutkan dengan menelepon dua kerabatnya, demikian laporan surat kabar Arab News.

Satu pengadilan di tepi Laut Merah, Jeddah, menyelesaikan kasus perceraian itu setelah memanggil kedua kerabat pria tersebut untuk memeriksa kebenaran bahwa mereka telah menerima kata-kata keinginan sang suami, kata surat kabar itu. Arab Saudi menerapkan hukum Syari’ah secara ketat. Berdasarkan hukum tersebut, seorang pria dapat menceraikan istrinya hanya dengan mengatakan “Saya ceraikan kamu” sebanyak tiga kali.

<!–/ halaman berikutnya–>

<!–/ halaman berikutnya–>

2 thoughts on “Pria 80 Tahun Nikahi Remaja 12 Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s