RSMI Didesak Hormati Karyawati Berjilbab


Jumat, 22 Januari 2010, 13:20 WIB

JAKARTA — Forum Umat Islam (FUI) mendesak Rumah Sakit Mitra Internasional (RSMI), Jatinegara, menghormati pilihan karyawatinya yang berjilbab sesuai keyakinannya. Ini terkait tiga karyawati berjilbab, yang tak memasukkan kerudung ke dalam bajunya.

Sejak 1 Desember tahun lalu, tiga karyawati RSMI itu adalah Suharti, Sutiyem, dan Wiwin Winarti, diskors dari pekerjaannya. Sebab, mereka dianggap melanggar standard operational procedure (SOP), seragam RSAMI yang mengharuskan pegawai berjilbab memasukkan kerudung ke dalam baju.

”Menurut kami, pihak RSMI melecehkan syariat Islam dengan memaksa karyawatinya tersebut memasukkan kerudung ke dalam bajunya,” kata Sekjen FUI, Muhammad Al-Khatthath, seusai menyampaikan tuntutan FUI kepada pihak RSMI, di Jakarta, Kamis (21/1).

Sebab, kata Al-Khatthath, dalam Islam seorang Muslimah harus mengulurkan kerudungnya untuk menutupi dada. Tiga karyawati tersebut, menjalankan keyakinan tersebut. Dan mestinya, keyakinan mereka untuk menjulurkan kerudungnya dihormati oleh pihak rumah sakit.

Pihak RSMI, ujar Al-Khatthath, menyatakan bahwa SOP yang diberlakukan telah mengikuti sertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai aturan berpakaian. Padahal, ungkap dia, dalam sertifikasi tersebut tak menyebutkan adanya aturan untuk memasukkan kerudung ke dalam baju.

Dengan kondisi seperti ini, Al-Khatthath menilai bahwa RSMI telah memanipulasi sertifikasi dari MUI tersebut. Ia juga menyampaikan tuntutan agar RSMI membatalkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) ketiga karyawatinya itu.

”Kami mendesak RSMI untuk mengaktifkan kembali karyawatinya itu tanpa harus memaksa mereka memasukkan kerudungnya ke dalam baju. Kami juga menuntut mereka untuk mengoreksi SOP, yang mengharuskan karyawati berjilbab memasukkan kerudungnya ke dalam baju,” kata Al-Khatthath.

Apalagi, kata Al-Khatthath, mereka telah lama bekerja di rumah sakit tersebut dan tak pernah menimbulkan keluhan dari pasien. Ia khawatir, pelarangan seperti yang dilakukan RSMI akan merebak ke rumah sakit lainnya.

Kemarin, menurut Al-Khatthath, pihak RSMI menerima 10 delegasi FUI untuk menyampaikan tuntutan tersebut. Mereka menyatakan akan melakukan konsultasi internal terkait tuntutan tersebut. ”Mereka akan membicarakan hal ini,” ujarnya.

Pada awal Desember lalu, ketiga karyawati RSMI itu mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), terkait masalah yang mereka hadapi tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s