Ganyang “Upin Ipin”, Hidup “Unyil Usro”


FINAL AFF 2010
Selasa, 21 Desember 2010 | 11:57 WIB

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

Yadi (18) menunjukkan kaus yang ditanda tangani oleh penyerang Tim Nasional Indonesia, Cristian Gonzales seusai latihan di lapangan ABC, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010). Latihan timnas pagi ini, dipenuhi oleh warga yang ingin melihat pemain timnas Indonesia dari dekat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Perjuangan Yadi (18) untuk mendapatkan tanda tangan penyerang tim nasional Indonesia, Cristian Gonzales, tidak sia-sia. Berangkat pukul tujuh pagi dari rumah yang berada di daerah Klender, Jakarta Timur, Yadi bersama tiga temannya menyambangi tempat timnas berlatih di Lapangan ABC, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Indonesia pasti mengalahkan Malaysia. Kalau Malaysia punya Upin Ipin, Indonesia punya Unyil Usro. Ganyang Upin Ipin, hidup Unyil Usro.
— Yadi


“Saya nonton mereka latihan di posisi paling depan. Pas Gonzales lewat, gue sodorin aja kaus timnas ama spidol. Eh, ditandatanganin ama dia,” kata Yadi. Tanda tangan Cristian Gonzales memang terlihat jelas di belakang kaus yang dipegang Yadi. Dengan bangga Yadi menceritakan bahwa ia juga berhasil mendapatkan tanda tangan pemain sayap timnas, Oktovianus Maniani, yang dibubuhkan di topinya.

Yadi mengaku senang dengan penampilan timnas Indonesia yang sekarang. Permainan timnas yang berkembang pesat, dari segi pelatih hingga kerja sama tim yang kompak, membuat Yadi yakin bahwa Indonesia akan berjaya pada final Piala AFF 2010 saat melawan Malaysia.

“Indonesia pasti mengalahkan Malaysia. Kalau Malaysia punya Upin Ipin, Indonesia punya Unyil Usro. Ganyang Upin Ipin, hidup Unyil Usro,” Yadi bersemangat.

Untuk pertandingan final putaran kedua yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno tanggal 29 Desember mendatang, Yadi sudah berniat untuk menonton bersama teman-temannya. “Besok mau antre tiket,” kata Yadi.

Latihan timnas Indonesia yang berlangsung pagi ini memang dipenuhi oleh warga, dari anak-anak hingga orang dewasa. Untuk menjaga konsentrasi pemain, warga dilarang berada di pinggir lapangan dan hanya boleh melihat pemain kesayangan mereka dari luar pagar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s