KONSEP DASAR MEDITASI DZIKIR


Meditasi dzikir merupakan kata majemuk yang tersusun dari dua kata yaitu meditasi dan dzikir. Meditasi merupakan suatu teknik mencapai perluasan kesadaran, keseimbangan diri, kesucian jiwa, penenangan sistem syaraf dan otot-otot, menghentikan aktifitas berfikir dengan melepas beban fikiran, serta upaya pencapaian kesehatan lahir dan bathin. Meditasi bukan konsentrasi, sebab konsentrasi justru banyak menguras energi. Sebaliknya dengan meditasi kita berusaha menghimpun dan menyeimbangkan energi. Konsentrasi hanya merupakan anak tangga menuju meditas. Setelah mahir konsentrasi tak diperlukan lagi, karena anda telah mencapai keseimbangan bermeditasi. Meditasi bukan mengosongkan fikiran, tetapi melepas beban fikiran dan perasaan yang selama ini membuat risau dan stress akibat tuntutan duniawi.

Logo Majelis Syahadatain

Teknik meditasi sebagai mutiara hikmah dapat diadaptasi tanpa terikat dari asal ajaran yang mewarnainya ke dalam praktek kehidupan secara umum. Para sufi yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah atau beberapa pendekar Islam memasukkan unsur dzikir kedalamnya. Dzikir berasal dari bahasa Arab, artinya ingat. Yang dimasukkan disini adalah ingat kepada Allah. meditasi melalui dzikir akan memperkuat efek dan daya tahannya, karena dzikir melibatkan segenap jiwa. Akal dan nafsu tertuju hanya kepada Allah semata. Dzikir melibatkan dua dimensi sekaligus yaitu dimensi duniawi dan dimensi ukhrowi. Secara duniawi akan membentuk kesehatan dan kekuatan fisik. Sedang secara ukhrowi akan membawa peningka tan iman dan taqwa, kesucian jiwa, kesadaran akan hakikat kejadian diri dan tujuan hidup yang hakiki. Sehingga muncullah istilah MEDITASI DZIKIR. Praktek meditasi dzikir dengan pola tersebut akhirnya akan menunjang terciptanya medan energi murni (devine energy) yang berasal dari alam semesta yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya. Energi murni mengalir ke seluruh tubuh dan dikembalikan lahir ke alam semesta, sehingga terciptalah keseimbangan energi. Energi murni alam semesta itu akan membuat kesehatan jiwa dan raga menjadi suatu yang mudah dimiliki anda. Anda dapat mengelola kesehatan jiwa raga anda sendiri, tak perlu orang lain.

1 MEDITASI NAFAS
– Duduk bersila
– Lepaskan beban fikiran, endapan emosi dan tutup seluruh panca indera.
– Berdoalah kepada Allah SWT untuk kesehatan jiwa raga anda.
– Tarik nafas lewat hidung dengan lembut, nafas paralel tak perlu ditahan lepas saja dengan lembut pula, lakukan berulang-ulang.
– Konsentrasi fikiran dan perasaan cukup diarahkan pada keluar dan masuknya nafas yang anda hirup dan keluarkan. Rasakan sepenuh jiwa!
Bagaimana nafas anda memberi kehidupan keseluruh organ Anda, rasakan.

3. MEDITASI TAUHID
– Duduk postur Qu’ud (duduk seperti dalam Sholat)
– Lepaskan beban fikiran, endapakan emosi dan tutup seluruh panca indera.
– Berzikirlah kepada Allah SWT dengan mengucapkan kalimat Tauhid, yaitu “Laa ilaaha illa ilaahu” berulang-ulang beberapa kali tanpa batas. Untuk tujuan merawat penyakit sebaiknya berakhir pada hitungan angka nol (misalnya 30, 60, 100 atau 300), sedangkan untuk dzikir murni berakhir pad ahitungan ganjil (misalnya 11, 33, 99, 111, 333, dst).
– Posisi awal kepala menegok ke sebelah kiri dengan mengucapkan “Laa”, Posisi kedua memutarkan kepada dari sebelah kiri ke sebelah kanan, terus memutar ke atas dengan mengucapkan “ilaaha”, Posisi ketiga, dari arah atas menunduk ke bawah dengan mengucapkan “ill”, Posisi keempat, menengadahkan kepada ke atas dengan mengucapkan “Allaahu”.

4. MEDITASI CUCI ROHANI
– Duduk postur Qu’ud.
– Lepaskan beban fikiran, endapkan emosi dan tutup seluruh panca indera.
– Dua tangan diangkat ke atas, menghadap ke langit, kedua tangan menggenggam kuat dan erat.
– Bunyikan kata-kata : “Astaghfirullaahal ‘Azhiima” dengan segenap jiwa raga penuh, hingga tubuh kita bergetar hebat. Seluruh bulu roma dan bulu ditengkuk berdiri menahan keharuan tanpa batas. Pasrah di Hariban Allah SWT memohon ampunan dan limpahan Rahmat-Nya.
– Hembuskan nafas secara menghentak dengan tajwid yang sempurna.

5. MEDITASI SUFI ALA RUMI
– Duduk bersila atau duduk postur Qu’ud atau berdiri lebih baik.
– Lepaskan beban fikiran, endapakan emosi, dan tutup seluruh panca indera.
– Bila dalam posisi duduk kedua tangan didekapkan diatas dada secara bersilang, bila dalam posisi berdiri kedua tangan direntangkan sempurna.
– Lalu putarkan badan dan kepala bersamaan dengan mempertahankan keseimbangan, putaran searah jarum jam dari kanan ke belakang berputar. Lakukan terus menerus hingga keseimbangan diri hilang dengan terus berdzikir “Yaa Allaah Hu”.
– Bila sudah tak mampu bertahan jatuhkan badan dengan menelungkup ke bawah bairkan energi buruk, emoci negative hilang terserap bumi sampai tersadar.

6. MEDITASI CERMIN DIRI (MUHASABHTUN NAFSI)
– Duduk bersila atau duduk postur Qu’ud.

– Dalam hati kita menyebut asma : “Ya … Allaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…”
– Kita membayangkan kelemahan dan ketidakberdayaan kita, sampai kita menangis dan seluruh tubuh kita bergetar, bulu-bulu roma terus berdiri.

7. MEDITASI PEMBANGKITAN DAYA ILLAHI
– Duduk menindih diatas kedua kaki, kedua telapak tangan diatas dengkul.
– Lepaskan beban fikiran, endapkan emosi dan tutup seluruh panca indera.
– Fokuskan pikiran, cipta dan karsa kita pada satu kehendak pada Allah SWT. Seperti : Ya Allah, berilah aku energi air atau berilah aku energi bulan atau matahari atau bumi, dll atau Ya Allah, berilah aku energi harimau/ macam kumbang. Fokuskan fikiran ke telapak tangan dan seluruh tubuh.
– IKuti fibrasi/ gerakan alam/ alunan naluri tubuh sampai terasa ada yang menggerakkan. Dan ikuti terus gerakannya, jangan ditahan, jangan takut.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s