KAMPUS BIRU


A. TANTANGAN MMUTP 2010 DAN DARI MASA KE MASA

Kita lihat ilustrasi gambar di atas, semua jemaah haji berkumpul di Padang Arafah, satu visi yang ingin direngkuh, haji mabrur, mereka seragam ihramnya, mereka hanya berdzikir, tak ada pohon Sukarno dipatahkan, tak ada binatang dianiaya, tak ada perseteruan, tak ada pengumbaran hawa nafsu, hilangkan ego superiorisme, subhanallah, mereka istiqomah, tawadhuk, berurai air mata, takut kalau – kalau ibadah haji tertolak, pulang ke tanah air menjadi haji mardhuk, na’udzubillah, tak ada penajaman kualitas pola pikir, tak ada gairah enterpreneur, tak ada peningkatan kualitas pola pikir, astaghfirullah, walaa haula walaa quwwata illah billah. Fastabiqul Khairat. Sebentar lagi, kita memasuki pasar bebas, tak ada proteksi, tak ada monopoli, hal yang merisaukan kita adalah: * 1. Pola pikir masyarakat kita cendrung prestise, bangga dengan produk import, * 2. Semangat konsumerisme masih mengakar, * 3. Kualitas produk lokal masih memprihatinkan, * 4. High cost masih menganga, * 5. Birokrasi berbelit, * 6. Korupsi dan pungli masih tersedia, * 7. Premanisme di pemerintahan dan jalanan masih menyebar, Akankah perekonomian kita runtuh?, kekayaan kita tersedot ke luar negeri?, segudang indikator hipotesa di atas masih tampil. Inilah yang menjadi Tantangan MMUTP dengan segudang para alumni lebih dari 1.187 (open house 3 Oktober 2009 ) dengan berbagai keahlian manajemen: pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, pemerintahan, pendidikan, dan sebentar lagi launching program doktor manajemen akan meluncur. Kalau belum tampil, kuatir masyarakat akan mempertanyakan, bagaimana konsistennya kita terhadap visi, misi dan nilai – nilai MM UTP. Semoga dengan semangat berkumpulnya para jemaah haji di Padang Arafah, dan semangat berqurban, kita tak pernah berhenti berbuat. Kita bisa bersama, Bisa kita bersama, Bersama kita bisa.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      by: hermansuryanto

 

B.Pencerahan Jiwa dan Konstruksi Pola Pikir

pose bersama peserta out bond dengan civitas akademika MMUTP

Melalui outbond pada Ahad, 15 November 2009 di Hutan Wisata Punti Kayu , ada beberapa indikator persyaratan Pencerahan Jiwa dan Konstruksi Pola Pikir yaitu : 1. Think out of the box, 2. Feel out of the box, 3. Actions out of the box. Demikian Pembekalan Prof. Dr. H. Siswoyo Haryono,MM.MPd yang melanjutkan atraksi ” Mutualisma Sibuta dan Si Lumpuh serta Si Bisu dan Si Buta”. Acara dilanjutkan dengan berbagai permainan : 1. Hitung angka 1,2,3, bom; 2. Tupai dan Pohon; 3. Gelinding Bola; 4. Titian Jembatan Maut; 5. Jaringan Listrik Tegangan Tinggi; 6. Sibuta Memasukkan Paku; 7. Membuat Tower ; 8. Meniup Balon; 9. OperKaret Gelang; 10. Sambut pipa, dan lain – lain, yang dipandu Bapak Husin Sutisna dari Pt. ABCo Training Auto Sugesti Power dari Bogor yang secara substansi berisi makna dan pengajaran, bagaimana kita dapat menjadikan  masalah untuk mendapatkan peluang, bagaimana kita mencapai tujuan, harus berani mengambil resiko dengan pengorbanan, bagaimana kita dengan teman – teman sesama almamater MMUTP dapat bekerja sama dan sama – sama kerja, bagaimana kita dapat mengenal diri sendiri dengan mengkaji kelemahan dan kelebihan diri sendiri,  yang disinergikan dengan kelemahan dan kelebihan teman – teman, dimana kita dapat memposisikan diri kita dan teman – teman kita sehingga menghasilkan prestasi luar biasa.

Dengan semboyan, bersama kita bisa, kita bisa bersama, bisa bersama kita, dan bisa bergabung dengan para senior dan alumni, kita wujudkan MMUTP  semakin berkualitas dan  diacungi jempol para lembaga institusi sejenis baik dalam maupun luar negeri, menjadi primadona para executif,  legislatif dan yudikatif, serta para pebisnis.

Akhirnya, betapapun tingginya prestasi, baru bisa bermakna, bila kita mahasiswa dan para alumni, dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, nusa dan bangsa. Tak tergadai iman kita, tak ternoda oleh silaunya dunia, makin tinggi padi makin merunduk, dengan Sang Khalik makin tawadhuk, cita rasa berdiri sama tinggi, sama rendah kalau duduk, tak malu dengan luar negeri kita makan nasi uduk.

by: hermansuryanto@gmail.com

untuk melihat gambar lebih banyak  silahkan buka facebook

 

November 20, 2009 oleh mmutp19malam

C. Momentum Qurban sebagai Proses Auto Power Sugesti

Setiap tanggal 10 Dzulhijah, umat Islam yang mampu, akan berqurban dengan menyembelih sapi, kambing, domba, unta, kerbau. Ritual ini terkait dengan riwayat Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan anak remajanya, Nabi Ismail a.s, yang melalui mimpi, mendapat tugas dari Allah SWT, untuk menyembelih Ismail.

Dengan tukar pikiran  (komunikasi dan koordinasi ) diantara mereka bertiga, disimpulkan (kemauan) bahwa tepat tanggal 10 dzulhijjah, pagi akan diadakan penyembelihan ( kerja). Kejadian ini ditentang habis – habisan (masalah) oleh iblis laknatullah, dengan tipu daya, diplomasi yang piawai, mereka bertiga, tetap istiqomah, iblis sadar betul, bila usahanya gagal, maka jejak mereka bertiga akan terus diikuti manusia dikemudian hari sampai akhir jaman. Iblis pun dilempar Nabi Ibrahim (kontrol) di Mina di tiga tempat, tempat jemaah haji  sekarang melempar batu

Momentum berqurban ini erat kaitannya dengan out bond yang baru saja diikuti mahasiswa MMUTP Angkatan XIX, pada hari Ahad, 15 Nov 2009, sebagai Proses Auto Power Sugesti, dengan variabel 7  K sebagai berikut:

  • 1. Keyakinan, adalah sarana mutlak sebagai awal untuk mencapai cita – cita yang telah dirumuskan.
  • 2. Kemauan, tindak lanjut dari keyakinan, menyusun rencana kerja secara sistimatis.
  • 3. Komunikasi, merupakan bentuk tukar pikiran, untuk menetapkan visi dan misi, petunjuk teknis, metode kerja, langkah – langkah mengantisipasi gangguan dan hambatan yang mungkin muncul, mengidentifikasi prasarana dan sarana.
  • 4. Koordinasi, untuk mendapatkan dukungan penuh dengan pihak yang terkait, visi dan misi harus tercapai sesuai dengan limit waktu dan kewenangan yang ada.
  • 5. Kerja, aksi nyata sebagai wujud dari keyakinan dan kemauan.
  • 6. Kontrol, sebagai pengendalian mulai dari perencanaan, proses dan output  serta tindak lanjut yang diperlukan setelah output selesai.
  • 7. Konsistensi, tak ada negosiasi mengubur keyakinan, kemauan, rencana, visi dan misi yang telah ditentukan

Mudah – mudahan, kita mahasiswa MMUTP khususnya angkatan XIX, mampu mengikuti suri teladan yang telah ditunjukkan  Nabi Ibrahim, sebagai kepala keluarga yang sukses membimbing istri dan anaknya menuju satu cita – cita merebut  peluang yaitu Keluarga Sakinah yang di Ridhoi Allah SWT, dan mereka menjadi panutan manusia sepanjang masa, istrinya sebagai pendamping, ikhlas sebagai orang yang memposisikan Ibrahim sebagai kepala keluarga, sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat, sebagai ayah dari anaknya, dan anaknya dapat menempatkan diri sebagai anak, hormat dan patuh pada orang tua, sehingga ia menjadi anak yang tak ada keraguan sedikitpun terhadap keyakinan penyembelihan dirinya, tanpa nego ( konsistensi) baik kepada orang tuanya, apalagi kepada Allah SWT. Subhanallah, Walaa haula walaa quwwata illah billah.

by. Hermansuryanto

D. Tugas Manajemen Pemasaran I

Yucca, yang juga dikenal sebagai singkong atau ubi kayu karet, adalah jenis tumbuhan yang akarnya mengandung zat tepung dan merupakan makanan pokok bagi para petani di Amazon dan daerah tropis lainnya. Akar yang telah diolah itu banyak digunakan makanan hewan, tetapi yucca yang masih mentah mengandung racun, yucca mengilhami Gerald Ritthaler, 68 tahun, untuk memulai bisnis baru. Ritthaler memutuskan untuk mengubah menjadi penganan alami bernilai tinggi dalam bentuk keripik. Dia membeli lahan di Venezuela, mengimpor peralatan pembuatan keripik dari Michigan (AS). Perusahaannya, Rith Food, mengemas keripik yucca dalam bungkusan mengkilap, warna hita,. berat 7 ons/ bungkus. Kemudian Ritthaler menanda tangani kontrak dengan penjaja keliling. Ia juga memasukkan produknya ke toko – toko melalui penyalur makanan. Keripiknya ternyata diterima dengan antusias di pasar Florida.

Di pasar ternyata sudah ada pesaing. Perusahaan Dana Alexander Inc., telah memperoduksi adonan singkong beraneka warna yang indah dan diberi nama Terra Chips, yang mengandung 10 % yucca dan juga dikemas dengan bungkusan warna hitam.

Selain itu Frito Lay telah memasarkan keripik bebas lemak dan sedang mempertimbangkan untuk memproduksi ” produksi singkong alternatif”.

Ritthaler pantang mundur, ia menyatakan bahwa memang pasar keripik luar biasa besar dan ia siap di pasar itu.

Pertanyaan:

1.Buat pernyataan visid dan misi yang sesuai dengan Rith Foods.

2. Menurut pendapat anda, apa sasaran tertentu yang harus mereka capai?

3. Apa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi Rith Food?

4. Apa pilihan strategi pertumbuhan yang dijalani Rith Food?

(lihat matriks  Tiga Strategi Pertumbuhan Intensif dari Igor Ansoff)

5. Bagaimana seharusnya pasar yang dipilih untuk dilayani. ? Mengapa?

6. Apa saja elemen bauran pemasaran yang akan anda saran? Jelaskan strategi singkat untuk masing masing bauran pemasaran.

Jawab

1.A. Visi Perusahaan Ritz Food

Mengolah Yucca menjadi penganan ringan yang yang berkualitas tinggi yang menjadi snack yang paling digemari oleh masyarakat dalam segala kelompok umur.

B. Misi

1. Menguasai segmen pasar penganan keripik yucca di wilayah Florida yang menjadi makanan ringan anak Taman Kanak – Kanak dan SD, SMP
2. Membentuk opini kelompok pelanggan penggemar Yucca yang di kelola penjaja keliling.
3. Mensosialisasikan Yucca di supermarket, minimarket, toko, warung
Manisan oleh perusahaan penyalur makanan dan minuman.
4. Menciptakan segmen baru di Venezuela dan Michigan dengan cara terse
But di atas.

2.Sasaran yang di capai Ritz Food

Tujuan Umum : Menyiapkan prasarana dan sarana tanaman yucca, proses pengolahan yang modern dan pengemasan yang baikdan pemasaran yang tepat.

Tujuan Khusus: 1. Membeli lahan di venezuela
2. Membeli mesin pengolahan dari Michigan
3. Membeli mesin pengemasan, yang mengkilap dari aluminium
Foil ukuran 7 ons.
4. Merekrut penjaja keliling tiap sektor administrasi Florida.
5. Mendata jumlah supermarket, minimarket, toko atau warung
Manisan.

3. Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman

a. Kekuatan : 1. Memiliki lahan tanaman di Venezuela
2. Memiliki mesin pengolahan modern dari Michigan
3. Memiliki kemasan aluminium yang mengkilap
ukuran 7 ons
4. Memiliki mitra penjaja keliling
5. Memiliki sektor area pemasaran oleh
penyalur makanan dan minuman ke Supermarket,                     minimarket, toko dan warung manisan.

b. Kelemahan : 1. Perusahaan baru
2. Belum memiliki pengalaman

c. Peluang : 1. Kesempatan pemasaran masih banyak terbuka selain di Florida,
juga di Venezuela
d. Ancaman : 1. Ada perusahaan sejenis dengan merk Terra Chips dan Frito
Lay.

4. Strategi Pertumbuhan Ritz Food

1. Strategi Penetrasi :
Yucca Ritz Food, menjadi market leader, karena asli dan alami berbahan yucca 100 %, tidak campuran seperti merk lain seperti Terra Chips bahan Yuccanya Cuma 10 %, atau merk Frito lay, bukan bahan yucca.

2. Strategi Pengembangan pasar
Yucca Ritz Food dapat dikembangan juga di luar Florida seperti venezuela.

3 Strategi Pengembangan Produk:
Yucca Ritz Food disamping dibuat dalam bentuk keripik, bisa dikembangkan dibuat sambal yucca, isi hamburger.

5. Pasar Yang dipilih Gerald Ritthaler adalah :

  1. Pasar Konsumen: 1. Rumah tangga yang ada anak usia 3 – 15 tahun

2. Lokasi sekolah Play Group, TK, SD, SMP.

b.   Pasar Bisnis : 1. Pengecer : Supermarket, Minimarket, Warung Manisan

2. Distributor/Agen Makanan dan Minuman

Kedua Jenis pasar tersebut cocok untuk pemasaran penganan kecil Yucca Ritz Food, dikarenakan sesuai untuk jenis lingkungan  eksternal pemasaran:

1). Lingkungan demografi : usia populasi, semua etnis

2). Lingkungan ekonomi    : daya beli masyarakat terjangkau di semua lapisan

Masyarakat.

3.) Lingkungan alam           : khususnya masyarakat yang tinggal di daerah non      pertanian atau basis perindustrian, perdagangan, ingin menjadikan yucca sebagai makanan selingan dalam semua agenda acara pribadi, keluarga.

4). Lingkungan Sosial Budaya: makanan yucca dapat diterima semua kelompok umur, agama, budaya.

6. Elemen bauran pemasaran adalah sebagai berikut:

a. Produk:

Variabel :Kualitas, rancangan, bentuk, merk, kemasan

Strategi yang dikembangkan,

membuat produk dengan berbagai cita rasa seperti rasa strawberry, vanila, mint dan sebagainya, membuat bentuk dengan aneka seperti bentuk mobil, bunga, dan sebainya, merk Ritz Food, menarik, gampang diingat, kemasan dengan aluminium foil yang mengkilap, gambar karikatur yang menarik hati, anti basah, anti lempam

b. Pelayanan:

Variabel : Pengiriman, perbaikan, pelatihan

Strategi yang dikembangkan

Membuat date base calon mitra sebagai perusahaan pemasaran, ekspedisi, promosi, juga menyelenggarakan pelatihan sumber daya manusia sebagai salesman, pembuat keripik, pengelola kemasan.

  1. c. Harga

Variabel : harga eceran, harga grosir, potongan harga, potongan harga tambahan (allowances), hadiah, undian

Strategi yang dikembangkan

Melakukan survei ke konsumen, survei ke perusahaan grosi, agen, eceran, sehingga dapat menentukan harga yang bersaing dengan produk pesaing.

  1. d. Tempat

Variabel : Supermarket, minimarket, warung manisan, tempat fasilitas umum lainnya seperti tempat pasar malam, kebun binatang.

Strategi yang dikembangkan

Melakukan perekrutan dengan melaksanakan perjanjian kerjasama ( MOU)

E. Tugas Mata Kuliah Pak Waspodo

ORGANIZATIONAL, CULTURE AND LEADERSHIP

Dibuat  oleh

Nama                                          :Herman Suryanto

Nomor Pokok Mahasiswa                     : 091941056

Angkatan                                                : XIX

Dosen  Prof Dr. H. Waspodo

SEKOLAH PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN

Universitas Tridinanti

Palembang

2010

Soal…

  1. Jelaskan pokok-pokok materi yang di bahas oleh mata kuliah Organizational Culture and Leadership? Berikan sekurang-kurangnya 3 alasan mengapa mata kuliah ini diajarkan di program Magister Manajemen?
  1. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Culture? Jelaskan bagaimana proses pengembangan Culture? Berikan contoh Culture Makro dan Mikro?
  1. Jelaskan apakah Organisasi itu? Jelaskan bagaimana proses organisasi itu terbentuk? Uraikan jenis-jenis Organisasi? Bagaimanakah proses terbentuknya organisasi tempat anda bekerja?

Jawab…

  1. Pokok materi mata kuliah Organizational Culture and Leadership adalah :

v      Culture adalah suatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia yang bersifat abstrak dalam kehidupan sehari-hari.

v      Organisasi sebagai tempat dimana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya (uang, mesin, metode, material, manusia, dan market), sarana prasarana, data dan lain-lain yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan.

v      Budaya Organisasi yaitu nilai-nilai yang ada dan disebarluaskan kepada semua anggota organisasi yang mengacu pada suatu sistem makna bersama yang membedakan organisasi itu dengan organisasi lainnya.

v      Leadership adalah suatu proses dimana seseorang mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dan mengarahkan dengan cara yang membuatnya lebih kohesif dan koheren

Alasan mengapa diajarkan di program Magister Manajemen adalah

Agar mahasiswa mempunyai kemampuan kompetensi dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu Organisasi Culture and Leadership dimana mereka bekerja….

  1. Culture adalah suatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia yang bersifat abstrak dalam kehidupan sehari-hari. Aspek aspek culture meliputi group, behavior, emotional dan pemikiran.

Proses pengembangan culture dimulai dari pimpinan…

Contoh Culture makro : musyawarah, gotong royong

Contoh Culture mikro : kerja kelompok

  1. Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau tujuan kelompok.

Terbentuknya organisasi adanya 2 atau lebih orang, yang mempunyai tujuan bersama, adanya pembagian kekuasaan.

Jenis organisasi :

v      Organisasi Keagamaan, contohnya NU, Muhamadiyah

v      Organisasi Kemasyarakatan, contohnya LSM, Parpol,

v      Organisasi di tempat saya bekerja …

 

F. Soal Manajemen Waspodo

Management, Culture, Leadership

 

 

Disusun oleh

Nama                                             : Herman Suryanto

Angkatan                                       : XIX ( III-C)

Nomor Pokok Mahasiswa          : 091941056

Konsentrasi                                  : Manajemen Sumber Daya Manusia

Dosen                                            : Prof. Dr. H. Waspodo

 

Sekolah PascaSarjana

Magister Manajemen

Universitas Tridinanti Palembang

Jl. Kapten Marzuki No 2446, Kamboja Palembang 30129, Telp (0711) 360717, Fax (0711) 360725 E-mail: info@mmutp.ac.id:www.mmutp.ac.id

 

 

 

 

Soal: Mata Kuliah Manajemen, Kultur, Kepemimpinan

 

1. Kemukakan sekurang – kurangnyha tiga defenisi kepemimpinan. Buat matrik perbedaan dan persamaan antara 3 definisi tersebut.

 

2. Kemukakan perbedaan antara pemimpin dan manager. Pada level manakah pengambilan keputusan dilakukan? Beri alasan dan contohnya.

 

3. Dengan menggunakan instrument berikut, analisis gaya kepemimpinan pimpinan dengan basis kultur organisasi ditempat saudara kerja.

 

1.             Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).

“LEADERSHIP IS “THE BEHAVIOR OF AN INDIVIDUAL WHEN HE IS DIRECTING THE ACTIVITIES OF A GROUP TOWARD A SHARED GOALS.” (HEMPHILL & COONS, 1957, P. 7)

 

2.       Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).

LEADERSHIP IS “THE PROCESS OF INFLUENCING THE ACTIVITIES OF AN ORGANIZED GROUP TOWARD GOAL ACHIEVEMENT.” (RAUCH & BEHLING, 1984, P. 46)

 

3.       Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

LEADERSHIP IS  A PROCESS OF GIVING PURPOSE (MEANINGFUL DIRECTION) TO COLLECTIVE EFFORD, ABD CAUSING WILLING EFFORT TO BE EXPENDED TO ACHIEVE PURPOSE. (JACOBS & JAQUES, 1990. P. 281

“KEPEMIMPINAN ADALAH” PENGARUH INTERPERSONAL, yang dilaksanakan dalam ASITUATION, DAN DITUJUKAN, MELALUI PROSES KOMUNIKASI TERHADAP pencapaian TUJUAN TERTENTU ATAU TUJUAN “. (TANNEBAUM, Weschler, & MASSARIK,1961,P.24)
“LEADERSHIP IS “INTERPERSONAL INFLUENCE, EXERCISED IN ASITUATION, AND DIRECTED, THROUGH COMMUNICATION PROCESS TOWARD THE ATTAINMENT OF SPECIFIED GOAL OR GOALS.” (TANNEBAUM, WESCHLER, & MASSARIK, 1961, P. 24)

 

KEPEMIMPINAN ADALAH “YANG MULA DAN MAINTENANACE STRUKTUR DI HARAPAN DAN INTERAKSI.” (STOGDILL, 1974, P. 411)

 

LEADERSHIP IS “THE INITIATION AND MAINTENANACE OF STRUCTURE IN EXPECTATION AND INTERACTION.” (STOGDILL, 1974, P. 411)

Perbedaan Persamaan
Kepatuhan (KATZ & Kahn, P.) (STOGDILL, 1974, P. 411 Mempengaruhi Pihak Lain  (Rauch & BEHLING, 1984, P. 46);  Hemphill & Coons, 1957, P. 7; KATZ & Kahn, P. 528)
  Mencapai Tujuan Tertentu (Hemphill & Coons, 1957P.7); TANNEBAUM, Weschler, & MASSARIK,1961,P.24); Rauch & BEHLING, 1984,P.46); Jacobs & Jaques, 1990 P. 281
  Proses Komunikasi (TANNEBAUM, Weschler, & MASSARIK, 1961, P. 24),

 

 

No Unsur Karakter / Level Kepemimpinan Menejer
1 Tugas Pokok Inovasi Administrasi
2 Fungsi Mengembangkan, Membangun, Menghasilkan Menjaga, Mempertahankan, Memelihara, Membiayai
3 Visi Melihat Jangka Panjang Melihat Jangka Pendek
4 Memulai Aksi Tanyakan Apa dan Mengapa Tanyakan Bagaimana dan Kapan
5 Ide Berasal, Asli Memulai
6 Tantangan Menantang Status Quo Menerima Status Quo
7 Prinsip Lakukan Hal Yang Benar Mengerjakan sesuatu secara benar

 

 

Pengambilan keputusan pada level tantangan, pada kepemimpinan dan manajer, karena di situlah sikap keberanian menghadapi suatu kondisi yang berbeda dengan kondisi sebelumnnya.

Contoh :

Kepemimpinan : mendobrak status quo yang mempertahankan primordialisme dalam suatu tatanan budaya dalam system kemasyarakatan yang dapat memberikan kesulitan hidup menghadapi perubahan jaman. Misalnya: mendobrak kebiasaan orangtua memaksa putrinya menerima lamaran calon menantu tanpa meminta persetujuan putrinya.

 

Manajer : mendobrak status quo yang mempertahankan system pembukuan perusahaan cara lama, sehingga mengalami kesulitan mengetahui apakah suatu perusahaannya memperoleh keuntungan atau rugi

 

3. Gaya Kepemimpinan Pimpinan di Tempat Saya Bekerja

 

TABEL I .  Kalimat Pernyataan Tanggapan

 

No Isi Kalimat Pernyataan STS TS ASTS S SS
1 Pimpinan saya sangat memperhatikan kebutuhan saya          
2 Pimpinan saya selalu memperhatikan hubungan personal dengan saya          
3 Pimpinan saya selalu peduli dengan kesejahteraan saya          
4 Pimpinan saya memberi informasi sangat jelas tentang apa yang diharapkan dari saya          
5 Pimpinan saya memberi penjelasan tentang tujuan kinerja lembaga          
6 Pimpinan saya memberi I penjelasan tingkat kinerja yang diharapkan dari saya          
7 Saya puas dengan berbagai macam tugas yang diberikan kepada saya          
8 Saya puas dengan cara pemimpin saya mengatasi karyawan          
9 Saya puas dengan semangat kerjasama diantara karyawan          
10 Saya memahami sepenuhnya tanggung  jawab saya          
11 Saya memperoleh informasi yang jelas apa yang harus dikerjakan dan diselesaikan          

 

TABEL II. Arti Skore dan Penilaian Arbitrasi

 

No Nomor Pernyataan Tanggapan

Dan Indikator Kepemimpinan

Skore dan Penilaian Norma Arbitrasi
1 1,2,3 = Pertimbangan 3-8  = rendah 9 – 15 = tinggi
2 4,5,6 = Struktur 3 – 8 = rendah 9 – 15 = tinggi
3 7,8,9 = Kepuasan 3- 8 = rendah 9 – 15 = tinggi
4 10,11 = Penjelasan Peran 2 – 5 = rendah 6 – 10 = tinggi

 

TABEL III. Hasil Survei Pada 17 Responden Karyawan Dinas Koperindag, UKM, dan PM Kabupaten Banyhuasin

No Nomor Item Indikator Rata – Rata

Skore

Penilaian Norma

Artbitrasi

1 1,2,3 Pertimbangan 177:17   = 10,41 Tinggi
2 4,5,6 Struktur 201 : 17 = 11,82 Tinggi
3 7,8,9 Kepuasan 159 : 17 = 9, 35 Tinggi
4 10,11 Penjelasan Peran 149 : 17 = 8,76 Tinggi

 

 

Arti Kode

1 STS Sangat tidak setuju
2 TS Tidak setuju
3 ASTS Antara setuju dengan tidak setuju
4 S Setuju
5 SS Sangat Setuju

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Norma – norma arbitrasi

1. Pertimbangan rendah, Struktur Rendah, Kepuasan Rendah   = 3 – 8

2. Pertimbangan Tinggi, Struktur Tinggi, Kepuasan Tinggi         = 9 – 15

3. Penjelasan Peran Rendah  =    2 -5

4. Penjelasan Peran Tinggi     = 6 – 10

 

 

Berikan tanggapan atas pernyataan berikut

 

1. Bacalah Isi Kalimat Pernyataan dengan seksama, kemudian isilah tanda centang ( V ) pada salah satu kolom di sebelah kanan

2.Isi jawaban adalah murni jawaban pribadi saudara yang bersifat rahasia

3. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya.

 

No Isi Kalimat Pernyataan STS TS ASTS S SS
1 Pimpinan saya sangat memperhatikan kebutuhan saya          
2 Pimpinan saya selalu memperhatikan hubungan personal dengan saya          
3 Pimpinan saya selalu peduli dengan kesejahteraan saya          
4 Pimpinan saya memberi informasi sangat jelas tentang apa yang diharapkan dari saya          
5 Pimpinan saya memberi penjelasan tentang tujuan kinerja lembaga          
6 Pimpinan saya memberi I penjelasan tingkat kinerja yang diharapkan dari saya          
7 Saya puas dengan berbagai macam tugas yang diberikan kepada saya          
8 Saya puas dengan cara pemimpin saya mengatasi karyawan          
9 Saya puas dengan semangat kerjasama diantara karyawan          
10 Saya memahami sepenuhnya tanggung  jawab saya          
11 Saya memperoleh informasi yang jelas apa yang harus dikerjakan dan diselesaikan          

 

 

 

1 STS Sangat tidak setuju
2 TS Tidak setuju
3 ASTS Antara setuju dengan tidak setuju
4 S Setuju
5 SS Sangat Setuju

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Pimpinan saya sangat memperhatikan kebutuhan saya

2. Pimpinan saya selalu memperhatikan hubungan personal dengan saya

3. Pimpinan saya selalu peduli dengan kesejahteraan saya

4. Pimpinan saya member informasi sangat jelas tentang apa yang diharapkan dari saya

5. Pimpinan saya member penjelasan tentang tujuan kinerja lembaga

6. Pimpinan saya member I penjelasan tingkat kinerja yang diharapkan dari saya

7. Saya puas dengan berbagai macam tugas yang diberikan kepada saya

8. Saya puas dengan cara pemimpin saya mengatasi karyawan

9. Saya puass dengan semangat kerjasama diantara karyawan

10. Saya memahami sepenuhnya tanggung  jawab saya

11. Saya memperoileh informasi yang jelas apa harus dikerjakan dan diselesaikan

 

1. Sangat tidak setuju

2. Tidak setuju

3. Antara setuju dengan tidak setuju

4. Setuju

5. Sangat Setuju

 

Norma – norma arbitrasi

1. Pertimbangan rendah, Struktur Rendah, Kepuasan Rendah   = 3 – 8

2. Pertimbangan Tinggi, Struktur Tinggi, Kepuasan Tinggi         = 9 – 15

3. Penjelasan Peran Rendah  =    2 -5

4. Penjelasan Peran Tinggi     = 6 – 10

4 Komentar

4 thoughts on “KAMPUS BIRU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s